|
• 16 Feb 2006 , 17:27:09 Semarak Kirab Budaya "Ngarak Siwur" di ImogiriKirab Budaya Imogiri dengan ritual mengarak "Siwur" untuk mengguras enceh, Kamis (16/2), dipadati ribuan masyarakat. Kirab menempuh rute Kantor Kecamatan Imogiri menuju pelataran Makam Imogiri. Kirab budaya imogiri ini merupakan tradisi tahunan, menjelang acara ritual "Nguras Enceh" yang digelar Jumat (17/2), di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri.
 |
| Iring-iringan kirab budaya | |  | | Masyarakat besiap "ngrayah" gunungan |
|
Kirab diikuti bergodo Prajurit Giritamtomo Imogiri, Muspika Imogiri beserta lurah se-Kecamatana Imogiri, abdi dalem Surakarta yang mengarak tandu, bergodo abdi dalem Ngayogyakarta juga menggarak tandu untuk menaruh siwur, pengusung gunungan, seni tradisional dan pelajar.
Kirab diawali dari halaman Kantor Kecamatan Imogiri, selanjutnya iring-iringan kirab menuju Pendopo Kabupaten Jurukunci Surakarta. Bupati Jurukunci Surakarta KPH Suryonegoro menyerahkan siwur dan pusaka kepada bergodo abdi dalem Surakarta. Siwur dan pusaka tersebut kemudian diletakan dalam tandu untuk diarak ke tempat tujuan. Iring-iringan kirab dilanjutkan menuju Kabupaten Jurukunci Purulaya Ngayogjakarta untuk mengambil "siwur" yang diserahkan langsung oleh Bupati Jurukunci KRT Hastana Negara.
Prosesi kirab berakhir di pelataran parkir Makam Imogiri, Wakil Bupati Bantul Drs H Sumarno PRS menerima kedua "siwur" tersebut selanjutnya diserahkan kepada abdi dalem Surakarta dan Ngayogjakarta.
Usai prosesi kirab, masyarakat yang memadati di seputar pelataran pakir akhirnya berhamburan untuk "rayahan gunungan". Laki-laki, perempuan, tua maupun muda, bahkan tampak nenek-nenek lanjut usia berebut hasil bumi disusun di gunungan tersebut.
|