Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
01 Sep 2014
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
05 Apr 2006 , 11:06:38
Wisata Batik Bantul dari Pleret, Imogiri sampai Pandak

Sebagai salah satu upaya pelestarian seni budaya batik dan kepedulian terhadap perkembangan batik khususnya Batik Bantulan, SMK N 3 Kasihan mengadakan Wisata Batik Bantulan dengan route Batik Arista (Pleret), Kelompok Pengrajin Batik Bima Sakti (Wukirsari, Imogiri), Kelompok Pengrajin Batik Bu Sri (Pandak), Museum Batik Joglo Cipto Wening (Imogiri), dan diakhiri ke batik Bu Topo dan Bu Dirjo Sugito (Pandak).
Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis (30/3) dan diikuti oleh 50 peserta sebagai bagian dari peringatan HUT ke-43 SMK N 3 Kasihan pada tanggal 5 April nanti, setelah sehari sebelumnya diadakan workshop batik.

Batik Arista menyediakan batik cap dan tulis dengan harga sekitar Rp 50.000 untuk batik cap dan Rp 150.000 untuk batik tulis. Sedangkan untuk batik meteran seharga Rp 20.000 per meternya. Dari Pleret rombongan menuju ke Kelompok Pengrajin Batik Tulis “Bima Sakti”. Kelompok yang beranggotakan 20 pengrajin ini dikoordinir oleh Ibu Hartinah. Di tengah kelesuan usaha batik setelah dilanda krisis ekonomi dan diakibatkan berbagai peristiwa seperti bom WTC dan bom Bali maupun persaingan dengan batik cap dan batik tekstil, batik pengrajin Bima Sakti tetap eksis dikarenakan batik tulis dengan harga Rp 350.000 ke atas ini sudah mendapat tempat tersendiri bagi pelanggannya baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang secara rutin tetap melakukan transaksi baik tiap bulan atau tiap tahunnya.

Setelah Pleret giliran pengrajin batik Bu Sri di Pandak mendapat kunjungan peserta wisata. Di tempat ini batik cap dijual seharga Rp 60.000 ke atas dan batik tulis seharga Rp 100.000 ke atas dengan motif corak asli Bantul.

Selanjutnya wisata menuju ke Museum Batik Joglo Cipto Wening di Imogiri. Museum milik Ibu Bondan Gunawan ini telah mendapat dukungan penuh dari Pemda Bantul dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 18 maret 2004. Tujuan didirikannya museum ini untuk melestarikan batik-batik kuno asal Bantul maupun Yogyakarta. Disamping menampilkan koleksi ratusan batik kuno, museum juga menyediakan show room untuk menampung hasil karya pengrajin Batik Bantul yang dijual untuk umum. Pada hari libur atau hari Minggu di lokasi museum ini juga disediakan jajan pasar dan minuman tradisional.

Jalan-jalan wisata ini kemudian diakhiri di sentra pengrajin batik di Pandak. Tempat yang pertama dikunjungi adalah Batik Bu Topo. Bu Topo menyediakan koleksi batik cap dalam bentuk kain jarit, daster, hem, blus, selendang dengan harga mulai Rp 25.000 ke atas. Selain itu juga menyediakan batik cap dengan pewarnaan alam. Sedangkan Batik Bu Dirjo Sugito menyediakan produk batik yang lebih variatif baik batik cap/batik tulis kain maupun meteran dan beragam model busana batik masa kini, seperti blus dan rok ABG, hem, celana, baju muslim, scarf bahkan sandal, dompet dan tas bisa didapatkan di Batik Bu Dirjo.

Dari wisata batik tersebut, peserta seakan dimanjakan dengan berbagai pilihan motif dan mode Batik Bantulan yang semakin beragam dan merupakan pengembangan dari motif tradisional. Batik Bantulan, demikian biasa disebut para penggema batik untuk batik yang diproduksi pengrajin di Kabupaten bantul, karena mempunyai ciri khas/corak Bantul. Dari perjalanan wisata batik ini tidak kurang sekitar Rp 6 juta dibelanjakan peserta rombongan untuk memborong Batik Bantulan.

Sebagian dari peserta menyampaikan bahwa mereka akan menindaklanjuti wisata ini dengan kunjungan berikutnya baik secara pribadi maupun dengan rombongan keluarga/kantor ke lokasi-lokasi sentra pengrajin Batik Bantul.


 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.15 sec.
>> WebStats