Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
09 Aug 2008
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
21 Jun 2006 , 11:15:02
Pemerintah Akan Membangun Kembali Pasar yang Rusak

Pemerintah bermaksud membangun kembali pasar-pasar yang rusak akibat gempa tektonik 27 Mei lalu. Bahkan Menteri Perdagangan mengatakan pasar-pasar yang akan dibangun nantinya, kondisinya akan lebih baik dibanding sebelumnya. Para pedagang yang kios dan lapaknya rusak tentu tidak dapat berdagang, sehingga mereka tidak memperoleh pemasukan. Karena itu dalam membangun pasar, tenaga yang akan direkrut juga berasal dari para pedagang setempat agar supaya mereka memperoleh penghasilan. Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Mari Pangestu, ketika mengunjungi Yogyakarta, Selasa (20/6).

Gempa Bumi Tektonik 27 Mei juga menyebabkan banyak pasar , tempat usaha atau pusat-pusat kerajinan yang rusak. Di Pasar Piyungan misalnya, kerusakan cukup berat. Ada 28 kios , semua los dan bango mengalami rusak berat. Dibanding pedagang di Pasar yang lain, pedagang pasar Piyungan kondisinya lebih memprihatinkan lagi karena ketika mereka masuk pasar kembali, ternyata dagangan yang dimiliki banyak yang dijarah. Pasar-pasar lain yang mengalami rusak berat seperti Pasar Dlingo, Pasar Pundong, Pasar Jejeran, serta Pasar Niten, dan beberapa yang lain. Masih banyak pasar-pasar lain yang mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan berbeda-beda. Belum lagi workshop-workshop yang terdapat di daerah-daerah sentra industri, seperti Kasongan, Pundong dan lainya juga mengalami kerusakan.

Lebih lanjut Mari Pangestu mengatakan upaya kedua yang akan dilakukan adalah bersama Departemen UKM dan Koperasi, akan memberikan dana bergulir kepada para pedagang agar mereka mendapatkan dana awal untuk memulai usahanya. Upaya itu juga akan ditempuh bekerja sama dengan perbankan. Ketika ditanya mengenai jumlah bantuan yang akan diberikan , Menteri Perdagangan mengatakan akan melakukan pendataan dan perhitungan terlebih dulu. “ Kita akan melakukan estimasi dulu, berapa pedagang yang harus dibantu dan berapa nilai modal yang diperlukan. Jumlahnya sulit disampaikan secara persis, tergantung besar kecilnya lapak. Dalam waktu dekat, baru dilakukan evaluasi lapangan ,” jelasnya.

Menteri juga mengatakan bantuan dana bergulir tersebut dalam arti untuk modal awal, setelah itu bisa diberi pinjaman, tetapi cara pengembalian tidak harus mencicil setiap bulan, tetapi bisa melalui profit sharing sepeti dikembangkan Aceh. Menteri akan terus mengkaji upaya yang paling baik yang dapat dilakukan untuk menggerakkan kembali aktifitas para pedagang.

Berkaitan dengan adanya kekhawatiran para pengrajin, bahwa dengan terjadinya gempa para importir mengalihkan ke daerah lain, Menteri menjawab, itu hanya sementara. Pasar untuk produk-produk kerajinan sangat luas. Permasalahannya justru bagaimana upaya yang dilakukan agar para pengrajin dapat berproduksi kembali, mengingat alat-alat produksi mereka banyak yang rusak. " Bagaimana mengembalikan alat modal mereka. Mereka juga kehilangan workshop. Berapa saja yang kehilangan alat produksi, termasuk bagaimana membangun kembali workshop mereka, itu yang harus didata. Pemerintah juga berusaha melakukan pendekatan ke buyers, misalnya Jepang, akan membeli dengan program one managemen product, dimana mereka juga akan membantu mempromosikan barang-barang itu," kata Menteri Perdagangan.

Target pendataan diharapkan bulan Juli sudah bisa selesai. Namun untuk pengucuran dananya, Menteri Perdagangan mengatakan, kalau dana itu berasal dari APBN tentu harus menunggu ketentuan pencairan dana APBN sehingga sementara akan menggunakan dana-dana yang ada dulu. Misalnya dari perbankan, namun secara menyeluruh program ini akan didukung anggaran dari APBN.

 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.99 sec.
>> WebStats