|
• 28 Aug 2006 , 12:17:13 Grebeg Selarong; Napak Tilas Perjuangan DiponegoroMasyarakat Guwosari, Pajangan dan Yayasan Projotamansari menggelar agenda budaya Grebeg Selarong, Minggu (27/8), di pelataran Taman Wisata Gua Selarong Bantul. Acara yang telah digelar untuk kedua kalinya ini, dimaknai sebagai napak tilas hijrahnya Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta ke Gua Selarong.
Prosesi dimulai pukul 09.00 Wib. di depan Masjid Al Alimin Dusun Kentolan yang terletak sekitar 1 Km selatan Gua Selarong. Di tempat ini, diyakini masyarakat Selarong sebagai tempat tinggal Ki Demang Kentol seorang punggawa pasukan P. Diponegoro.
Dengan berjalan kaki perserta kirab yang berbusana Jawa mengarak berbagai uba-rampe. Meliputi sebanyak 17 pengaron nasi gurih dengan satu ingkung, buah-buahan dan jajan pasar.
Sesampainya kirab di pelataran Gua Selarong, dilanjutkan dengan upacara seremonial diantaranya sambutan Wakil Bupati Bantul Drs Sumarno PRS dan sambutan Ketua Yayasan Projotamansari H Saiman BA. Dalam acara ini, diluncurkan Buku "Kembang Setaman Sejarah Projotamansari".
Selanjutnya, pemuka agama setempat memimpin dzikir dan doa yang diikuti dengan khitmad oleh hadirin. Diakhir acara, berbagai ubo rampe yang dibawa dalam kirab disantap bersama oleh seluruh hadirin.
Ditemui disela-sela acara, Ketua II Panitia Grebeg Selarong M. Ridwan, BA mengutarakan bahwa kegiatan ini sebagai napak tilas hijrahnya Pahlawan Nasional P Diponegoro dari Yogyakarta ke basis perjuangannya di Gua Selarong pada tanggal 21 Juli 1825. "Sekaligus memperingatai Hari Jadi Kabupaten Bantul Ke-175 dan Peringatan Kemerdekaan RI ke-61," ujarnya.
Ditambahkan, Grebeg Slarong juga dimaknai upacara merti dusun Kembang Putihan, Guwosari, Pajangan. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala berkah dan keselamatan. Sekaligus momentum untuk membangkitkan semangat warga pasca gempa. "Sedianya acara ini digelar 23 Juli 2006 namun dalam kondisi keprihatinan pasca gempa acara baru dilaksanakan hari ini," ujarnya.
|