|
• 14 Nov 2007 , 13:44:13 Sentra Industri Genting di ImogiriMaskot Genting pada sentra industri genting kripik dan press di Ndemi Gendengan, dukuh Bendo, Wukirsari, Imogiri, Bantul hasil binaan Gen Assist Global Relief Jogjakarta sebuah lembaga kemanusiaan di bawah CRWRC Kanada bekerjasama dengan APIK ( Assosiasi Pedagang dan Industriawan Kecil ) Jogjakarta sebagai upaya pemulihan kelompok perajin genting pasca gempa bumi 27 Mei 2006 oleh Wakil Bupati Bantul Drs. Sumarno PRS hari Selasa ( 13/11 ).
Waryanti_Eng sebagiProject Manager Livelihood Gen Assist-CRWRC mengatakan bahwa APIK dan seluruh warga Bendo melalui peresmian maskot genting tersebut ingin memproklamirkan dukuh Bendo sebagai sentra industri kerajinan bermerk Ndemi Gengengan yang memiliki kekhasan sebagai hasil karya masyarakatnya, dilandasi jiwa keuletan warga untuk mepertahankan hidup dengan segala tradisinya.
Sampai saat ini memang penghasilan yang didapat dari genting sangat minim yaitu sekitar Rp 40,- biji, itupun merupakan upah tenaga kerja belum diperhitungkan karena dikerjakan sendiri sebagai bagian dari hidup dan kehidupannya sehingga dari produk genting tradisi itu mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya, memberangkatkan anak-anaknya bekerja sebagai TKI serta mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.
"Dari 86 perajin genting yang ada 4 diantaranya telah memproduksi genting press sementara lainnya masih genting tradisonal yang mana merke masih membutuhkan bantuan berupa promosi produk kepada masyarakat luas " pinta Waryanti_Eng.
Wakil Bupati Bantul Drs. Sumarno PRS dalam sambutan peresmiannya selain mengucapkan terima kasih kepada pihak CRWRC dan APIK Jogjakarta, juga berpesan kepada masyarakat agar berbagai bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi peningkatan kualitas produk maupun peningkatan penghasilan.
Selain itu juga diminta warga segera kembali pulih semangat gotong royong dan kerjasamanya dengan menghilangkan sikap caci maki, cerca mencela maupun curiga mencurigai akibat penyaluran dana bantuan rekonsruksi rehabilitasi yang dirasa tidak adil oleh sebagian dari mereka.
|