|
• 21 Nov 2007 , 10:32:30 Program Desa Kita Bank Indonesia di Sentra Kerajinan Kulit MandingProyek fisik program Desa Kita di Manding, Sabdodadi, Bantul kerjasama Bank Indonesia dengan Pemkab Bantul sebagai upaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat Manding berupa pembangunan taman parkir, 2 unit ATM, 2 unit MCK, pembangunan gapura, gedung unit kesehatan kerja, penyempurnaan balai dusun, 4 baliho, 11 petunjuk arah, drainase sepanjang 136 m serta pemasangan 65 bak sampah diresmikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Gultom.
Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Fasilitasi dan Investasi Sekda Provinsi DIY Suhartuti Sutopo mewakili Gubernur DIY, Pemimpin Bank Indonesia Yogyakarta Endang Sedyadi, Bupati Bantul Drs. HM Idham Samawi dan unsur anggota Muspia Bantul, ketua TP PKK Kabupaten Bantul ny Hj. Ida Idha Samawi serta tamu undangan lain hari Selasa ( 20/11 ).
Menurut Pemimpin BI Yogyakarta Endang Sedyadi, selain proyek fisik tersebut BI telah memberikan kesempatan kepada para perajin kulit warga Manding untuk mengikuti pameran-pameran yang diselenggarakan di Yogyakarta maupun Jakarta, memberikan kesempatan kepada sejumlah anak berprestasi kurang mampu dari Manding untuk ikut hadir pada acara perayaan HUT BI ke 54 di Jakarta.
Sementara dalam waktu dekat atas kerjasama dengan Pemkab Bantul akan menyelenggarakan kegiatan non fisik meliputi sejumlah kursus seperti bahasa inggris, komputer dan desain produk kulit. "Program Desa Kita Manding ini diawali dengan penandatangan MOU antara Bupati Bantul dengan Pemimpin BI Yogyakarta pada tanggal 11 Desember 2006 lalu," kata Endang Sedyadi.
Sementara itu Bupati Bantul Drs. HMIdham Samawi dalam sambutannya selain menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Bank Indonesia atas kepeduliannya terhadap warga perajin di Manding pasca gempa, berharap agar para perajin kulit di Manding dapat lebih rajin dalam bekerja untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas agar mampu bersaing dengan produk lain. "Jangan sampai para perajin menjadi besar pasak dari pada tiang, artinya pegeluarannya lebih besar dari pada pendapatannya," harapnya.
Sedangkan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Gultom dalam kata sambutan peresmiannya mengatakan selama ini bantuan atau sumbangan BI masih bersifat ad-hoc yaitu berdasar proposal atau permohonan yang masuk, namun dipandang belum mampu menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat sehingga masih jauh dari upaya membantu pemecahan masalah utama masyarakat yaitu kemiskinan, kebodohan dan penyakit.
Program Desa Kita di Manding merupakan perwujudan kepedulian BI terhadap masayarakat desa yang membutuhkan pengembangan, dimana program ini bersifat strategis. "Artinya kepedulian kami tidak hanya untuk sebagian aspek saja, melainkan secara holistik atau menyentuh seluruh kehidupan masyarakat desa sehingga dapat membantu desa mewujudkan desa yang mandiri dan memiliki kemampuan mengembangkan dirinya sendiri," tandas Miranda S Giltom.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita rumah ATM serta pelepasan selubung papan nama taman parkir oleh Miranda S Gultom dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi para perajin kulit Manding.
|