|
• 21 Jan 2008 , 21:43:08 Bulan Suro, Kunjungan Wisata di Bantul MeningkatSEJAK malam 1 Sura, berbagai upacara adat berlangsung di beberapa objek wisata di Bantul. Kirab Budaya Imogiri dan Nguras Enceh/kong di Pajimatan Imogiri, adalah salah satunya. Belum lagi upacara tradisi ‘Tumurune Mahesa Sura’ dan Bhekti Jalanidhi di Samas Srigading Sanden dan labuhan nelayan Depok Parangtritis. Serta Labuhan Hondodento di Parangkusumo bertepatan dengan tanggal 15 Sura mendatang.
Upacara tradisi dan ritual tersebut mampu menyemarakkan dunia pariwisata di Bantul selama bulan Sura ini.
Jumlah pengunjung biasanya pun meningkat. ”Setidaknya mampu memberikan semangat bagi pelaku wisata, yang selama ini tengah dirundung sepi selaras dengan kondisi alam yang tak bersahabat” kata Camat Sanden, Jazim Azis SH.
Kasubdin ODTW Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Ir Bambang Sugiantoro mengakui jika malam 1 Sura dan malam 15 Sura terasuk even ‘gemuk’ bagi kalender wisata di Bantul. Artinya, dalam dua even itu jumlah pengunjung Parangtritis melonjak tajam dibanding hari-hari biasa.
Demikian juga di Samas, setelah didera oleh ombak besar dan abrasi pantai serta seringnya dilakukan operasi Pekat, tempat itu seolah tak pernah didatangi pengunjung. Banyak warung yang tutup dan geliat malam tak lagi terlihat. Namun ketika digelar upacara "Tumuruning Mahesa Sura" malam 1 Sura lalu, Pantai Samas seolah bangkit kembali.
Sementara itu di Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, tradisi Kirab Budaya dan Nguras Enceh, yang digelar setiap bulan Sura, selalu dibanjiri ribuan pengunjung. Dua even itu memang diharapkan bisa menjadi promosi bagi Kecamatan Imogiri menuju daerah tujuan wisata di Bantul.
Kekayaan budaya, sumber daya alam dan sarana penunjang lain, seperti kesenian tradisional, sentra industri kecil aneka kerajinan, makanan khas, ada di Imogiri. Sehingga ke depan wilayah ini digadhang bisa menjadi objek wisata budaya.
|