|
• 03 Mar 2010 , 14:08:28 Sistim Resi Gudang : Menolong Petani Dari KerugianPada musim panen harga komoditi pertanian selalu anjlok. Solusi untuk para petani selama ini belum tuntas terpecahkan. Sistim pembelian produk pertanian oleh Pemba Bantul sudah cukup membantu Petani terhadap gejolak harga. Namun ke depan, sistim resi gudang (SRG) dirasakan akan sangat membantu. Demikian disampaikan Bupati Bantul Drs. M. Idham Samawi dalam sambutannya pada Soft Opening SRG Niten, Rabu (03/03).
Bupati Bantul mengutarakan, saat musim panen dimana harga komoditi pertanian rendah, petani dapat menitipkan komoditasnya di Gudang Komoditi Pemda dengan Sistim Resi Gudang. Resi gudang ini dapat digunakan petani sebagi jaminan untuk memperoleh kredit perbankan. Dengan demikian para petani tidak perlu merugi karena desakan kebutuhan dana untuk belanja hidup keluarga. Untuk itu Pemda Bantul akan bekerja sama dengan 5 bank yakni Bank Bantul, BPD, Bank Mandiri, BNI’46 dan BRI. Besarnya kredit yang dapat diperoleh dengan jaminan resi gudang yakni sebesar 70 % dari nilai komoditi yang dititipkan.
Dalam sistim tata niaga produk pertanian, harus dipahami siklus maksimal dari suatu produk, dimana terjadi fluktuasi harga. Bila harga produk pertanian tinggi, petani dap;at melepas produknya ke pasar. Sedangkan selama harga masih di bawah biaya produksi, komoditi tersebut dapat dititip di Gudang. Dicontohkan pula seperti jagung yang siklusnya tidak lebih dari 8 bulan. Demikian pula jenis produk lainnya yang harus diketahui siklusnya masing-masing.
Beban biaya penitipan komiditas pertanian di gudang ini Rp. 100/kg selama 3 bulan. Selama 3 bulan biaya penitipan plus bunga bank, diperhitungkan tidak melebihi Rp. 300 ribu. Dalam tiga bulan tersebut diprediksi harga komoditas yang rendah saat awal panen sudah meningkat cukup tinggi. Sehingga dapat menutup seluruh bahkan mendapatkan keuntungan yang berarti.
SRG ini dijalankan tidak untuk memperoleh keuntungan bagi Pemda atau mengharapkan PAD dari gudang komoditi ini. Konsep ini benar-benar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut Idham Samawi mengungkapkan bahwa SRG ini bukan Dolog, jadi jangan sekali-kali menolak titipan komoditi petani karena kadar airnya tinggi. Kapasitas gudang 1400 ton, lantai jemur telah disiapkan, diharapkan pengelola mengusahakan laboratorium untuk mengetahui kadar air komoditas yang akan disimpan. Kebijakan ini sepenuhnya untuk rakyat dan untuk rakyat Bantul.
Sedikit nasihat untuk petani, Bupati Bantul mengharapkan agar petani Bantul memegang prinsip : tidak menjual di sawah, tidak menjual saat harga rendah dan juallah beras. Gudang ini hendaknya benar-benar digunakan oleh petani, kelompok tani maupun Koperasi Tani.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindagkop Bantul dalam laporannya menyampaikan bahwa kompleks gudang komoditi dengan luas bangunan 700 m2, berdiri di atas lahan seluas 4500 m2 dibiayai sepenuhnya dari dana stimulan fiskal Pemerintah Pusat. (PF)
|