Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
11 Oct 2008
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
• 24 Apr 2004 , 12:05:59
Ny. Sugiyah, Penenun Tua Semangat Tetap Menyala

Siang itu suasana di perusahaan Karya Mandiri milik Darwati, tampak sepi dan tenang. Hanya terdengar suara alat tenun bukan mesin (ATBM). Ada sekitar 25 tenaga kerja di sana. Semua wanita. Usianya berbeda-beda, tetapi rata-rata sudah dewasa. Hanya mereka yang punya etos kerja tinggi dan karena didesak oleh kebutuhan ekonomi sehingga mereka masih bertahan di sana. Namun bukan berarti perusahaan yang beralamat di Dusun Botokan Argosari Sedayu Bantul itu tidak sehat, tetapi karena bekerja di tempat penenunan, dianggapnya sudah ketinggalan jaman bagi kawula muda.

Di antara pekerja di sana ada seorang wanita yang sudah tergolong tua, Ny. Sugiyah namanya. Umurnya sudah 60 tahun, tetapi semangat kerjanya masih tinggi. Ibu 4 anak itu sangat merasa enjoy dengan pekerjaan yang dihadapi sehari-hari. Datang pukul 08.00 WIB dan pulangnya pukul 16.00 WIB walaupun kadang-kadang juga lebih. Pemilik perusahaan menerapkan sistem borongan, sehingga masalah datang dan pulang terserah pada tenaga kerja. Dari sistem seperti itu Ny. Sugiyah per minggu bisa membuat 8 m tenun lidi, dengan upah Rp 50.000. Berarti 1 bulan nenek 10 cucu ini bisa mendapatkan upah Rp 200.000. Apakah cukup untuk hidup? “Dibilang cukup ya tidak, dibilang tidak ya cukup”, tutur mbah Sugi sedikit berfalsafah.

Ny. Sugiyah ikut bekerja di tempat Darwati sudah sekitar 5 tahun. Sebelumnya bekerja di tempat Giyono alamat Gunung Modo Argosari Sedayu Bantul selama 6 tahun. Di tempat itu dia menenun stagen/sabuk. Karena perusahaan ada gonjang-ganjing, sehingga pada tahun 1999 Ny. Sugiyah pindah ke tempat Darwati. Di tempat Darwti ini dia sempat juga diajari oleh pemilik perusahaan tentang cara menenun yang baik, benar dan cepat. Maka, walaupun usianya kini sudah terhitung lanjut, tetapi sekarang masih terampil mengoperasikan alat tenun bukan mesin itu. Bahkan menurut Darwati dia tidak kalah dengan karyawan yang masih tergolong lebih muda.

Berangkat dari rumahnya, Gunungan Argosari Sedayu Bantul menuju tempat kerjanya hanya jalan kaki sejauh kurang lebih 500 m. Apa tidak cpai mbah? “Wow.. malah sehat”, ungkapnya sambil terkekeh-kekeh. Menurut janda yang sudah ditinggal suaminya (Jafar), di sela-sela kerjanya itu, apabila pas musim tanam padi, dia pun juga ikut tanam, dengan harapan juga dapat tambahan beli garam dapur. Apabila pas musim panen padi, dia pun juga ikut mburuh panen dengan harapan ada tambahan padi di lumbungnya. Kini dia hanya hidup serumah dengan Sonah (25) yang masih menjadi tanggungannya, karena 3 puteranya yang lain sudah hidup sendiri-sendiri dengan keluarganya. Apa semboyan mbah Sugi? “Yang penting hidup tidak perlu ngoyo, asal masih sehat tetap terus bekerja”, jelas mbah Sugi menutup pembicaraan dengan reporter BantulBiz.Com. ***

 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.88 sec.
>> WebStats