|
• 02 Jun 2004 , 12:49:56 Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri di Kawasan ParangtritisRibuan pengunjung dan pengalap berkah membanjiri Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri di kawasan pantai Parangtritis, Selasa (1/6). Upacara tradisional ini diselenggarakan oleh warga Pamancingan Parangtritis dan sekitarnya sebagai wujud mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas kesejahteraan dan limpahan rejeki dari-Nya
Upacara ritual ini merupakan rangkaian setelah warga melakukan panen padi. Pada hari Senin (31/5) kemarin masyarakat Parangtritis meletakan sesaji di tempat-tempat yang dianggap sakral, warga sekitar sering menyebut “ngguwangi”. Selanjutnya masyarakat mengadakan kegiatan bersih dusun. Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri, Selasa (1/6) dimulai dengan acara kenduri masal kembul bujana, makanan dibagikan kepada warga dan pengunjung terutama fakir miskin.
Warga setempat yang terdiri dari 8 RT berkumpul di Cepuri Pangkusumo dengan memakai pakaian tradisional Gaya Mataraman dan membawa berbagai macam sesaji. Sesepuh dan juru kunci memimpin prosesi ritual dilakukan searah jarum jam. Sesaji kemudian diletakan diatas Watu Gilang sebagai simbolisasi Ritual Caos Dahar dimaksudkan untuk memohon ijin kepada “penguasa” Laut Selatan, Kanjeng Ratu Kidul bahwa warga Dusun Pamancingan mengadakan ritual labuhan. Tempat ini dipercaya masyarakat Jawa sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul.
Prosesi dilanjutkan menuju Pantai Parangkusumo untuk melaksanakan labuhan, melarung berbagai sesaji. Banyak pengalap berkah berebutan mengambil sesaji yang telah dilarung tersebut, masyarakat memiliki kepercayaan bahwa sesaji yang dilarung tersebut bisa mendatangkan berkah dan keselamatan. Prosesi ini berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.
Sebagai rangkaian Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri ini, malam harinya diselenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Joglo Parangkusumo.(An/y?)
|