Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
23 Nov 2014
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
02 Feb 2012 , 14:39:55
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Lidi Kelapa

Lidi kelapa oleh masyarakat umumnya dimanfaatkan untuk sapu yang harganya terbilang murah. Oleh Eko Rudianto (35), lidi yang semula hanya menjadi sapu lidi ditenun seperti benang menjadi lembaran tenun lidi dengan harga jual yang lebih tinggi. Eko dengan usahanya KREA melibatkan sekitar 150 pekerja sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. "Umumya pekerja saya adalah ibu-ibu sehingga bisa menambah penghasilan keluarga," jelas Suhartini, Istri dari Eko kepada bantulbiz.com, Kamis (2/2).


"Tenaga kerja kami tidak hanya berasal dari tetangga sekitar tapi hinga ke Kretek, Palbapang dan Pedan, Klaten," Jelas Suhartini. Ibu rumah tangga ini memperoleh alat tenun dari Eko dan mengerjakan tenun lidi dirumahnya masing-masing. Para pekerja ini datang ke kediaman Eko membawa hasil tenun dan mengambil bahan baku untuk kemudian ditenun. "beberapa saat kemarin hasil tenunan kami banyak direject, sehingga kami menunjuk satu staf sebagai quality control," tambah Suhartini.


Krea dengan produk utama berbahan lidi, saat ini fokus memproduksi bahan setengah jadi berupa gulungan tenun lidi. "Bahan setengah jadi yang kami produksi berukuran 45 X 110 cm yang kemudian dibuat bermacam-macam kerajinan. Selain tenun lidi gulungan, kami juga memproduksi plismet dan produk lain asal berbahan tenun lidi," jelasnya. Krea melayani PT. Swastama di Solo dengan pesanan tenun lidi dan plismet sedangkan pelanggan lainnya di Medan hanya memesan gulungan tenun lidi. "Sebelumnya kami juga bekerjasama dengan pembeli dari Kebumen selama 6 tahun, namun sejak 3 bulan ini berhenti,"ujarnya. Pembeli dari Kebumen ini tidak menerapkan standar tinggi namun harga belinya lebih rendah.

Harga tenun lidi ini permeter Rp. 5800 atau 63.800 pergulung sedangkan untuk plismet berukuran 34 X 50 cm. Dengan penjualan rata-rata 250 gulung tenun lidi dan 2000 plismet, usaha ini meraih omset sekitar 25 juta perbulan dengan keuntunga 10-20%. "Kendala yang kami alami saat ini pembayaran dari Solo yang kurang lancar, sementara upah tenaga dan pembelian bahan baku harus terus dibayar," jelas Suhartini. Banyaknya stok akibat reject juga menjadi kendala dari usaha ini.

Eko Rudianto untuk memenuhi bahan baku mendatangkan lidi kelapa dari Pangandaran. Suhartini menyampaikan, "Lidi dari jawa barat lebih panjang, lentur dan mengkilat. Dalam satu bulan kami mendatangkan sekitar 15 - 17 ribu dengan nilai Rp. 18,7 juta,". Untuk bahan baku lain yang dibutuhkan yaitu benang hitam 20/3. Untuk diolah menjadi kerajinan, bahan tambahan lain yang dibutuhkan yaitu bambu, kayu, karton dan kain.

 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.26 sec.
>> WebStats