|
• 04 Nov 2004 , 23:50:52 Pemkab Selenggarakan Tahlilan di Pasar Seni Gabusan Pasar Seni Gabusan Bantul memasuki babak baru. Kamis malam (4/11), Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi berada di tengah-tengah 444 pengrajin calon pengisi los-los di pasar seni Gabusan, melakukan tahlilan, yang dipimpin Kiai Haji Nawawi.
Sebelumnya, Pengelola Pasar Seni Gabusan, Sugiyanto PH, BA melaporkan, terdapat puluhan, bahkan ratusan pengrajin yang sudah mendaftar untuk ikut mengisi los-los kerajinan. Namun, untuk saat ini baru 444 saja yang tertampung. Menurut rencana tanggal 17 November 2004 akan diselenggarakan Soft Openning yang dibuka oleh Sri Sultan HB X.
Bupati Bantul pada acara tahlilan Kamis malam kembali mengingatkan, pembangunan pasar seni Gabusan, sampai saat ini sudah menelan biaya Rp 7 miliar. Untuk memacu tumbuh dan berkembangnya pasar seni tersebut, Pem Kab Bantul akan mendatangkan buyers potensial dari mancanegara, minimal setahun dua kali. Yakni, pada bulan Juli dan Nopember. Mereka adalah buyers potensial yanag didatangkan pemerintah pusat untuk mengunjungi Pameran Kerajinan Indonesia yang digelar setahun dua kali.
Akomodasi lengkap, seperti pesawat pergi pulang Jakarta – Jogja, penginapan dan kunjungan ke sentra-sentra industri di bantul, seluruhnya dibiayai dari APBD Bantul. Untuk pasar lokal Bantul, Bupati Idham Samawi sudah memprogramkan berbagai kiat yang bersifat mobilisasi massa. Misalnya, seluruh murid TK, pelajar SD sampai SMA secara bergilir diwajibkan mengunjungi pasar seni bertaraf internasional ini. Selain itu, 12 ribu pegawai negeri sipil berikut keluarganya juga diwajibkan mengunjungi Gabusan. “Tidak hanya jalan-jalan, tapi belanja sebatas kemampuan PNS,” yang disambut ketawa serta tepuk tangan sekitar 600 orang yang dating pada tahlilan itu.
Sedangkan pasar regional yang akan dijaring, adalah para wisatawan yang akan menuju pantai legendaris Parangtritis. Untuk rombongan pelancong yang naik bus, mereka akan diarahkan untuk berbelanja dan santai sejenak di pasar seni Gabusan. Pengelola pasar seni akan memberikan layanan khausus bagi awak bus, berupa makan minum satu kali, sambil menunggu penumpangnya kembali ke bus yang ditumpangi.
|