Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
11 Oct 2008
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
• 23 Nov 2004 , 18:21:18
Di Pasar Seni Gabusan
SELAMET PENGRAJIN BATIK TRADISIONAL KELARISAN

Selamet, pengrajin batik tradisional asal Pajimatan Imogiri, panen rejeki selama liburan lebaran tahun ini. Banyak pengunjung tertarik hasil kerajinannya, yang memang klasik, bermotif khas Kasultanan Yogyakarta. Selamet, cukup piawai dalam berbisnis batik ini. Selain mengkhususkan kain motif klasik ini, selamet juga memajang batik dengan berbagai variasi harga. Termurah Rp 25 ribu dan termahal Rp 400 ribu.

Ketika hari H+5 lebaran dalam 1 hari, tak kurang dari Rp 2 juta diraupnya. Selain wisatawan domestic yang membeli, terlihat pelancong asing juga tertarik mengkoleksinya. Hari itu, batik klasik yang terjual antara lain, motif Sidoasih, Sidomukti dan motif Taruntum. Ketiga motif tersebut termasuk yang berharga mahal, karena proses pembatikannya cukup jlimet. Satu kain batik berbahan mori primisima, baru selesai dibatik sekitar 2 bulan. Tiap lembar kain dijual Rp 400 ribu. Sedang sejumlah pengunjung yang lain terlihat membeli kain yang lebih murah; seperti taplak meja, motif batik klasik, harganya Rp 25 ribu.

Selamet mengaku senang mendapat kesempatan berdagang di Pasar Seni Gabusan. Alasannya, pertama, dia tidak mempunyai kemampuan cukup untuk melakukan pemasaran sendiri. Yang dia tempuh selama ini adalah pemasaran door to door berjenjang. Diawali memasarkan kainnya ke desanya, kemudian lebih jauh sedikit ke kecamatan Imogiri, dan paling jauh adalah menawarkan ke kantor Bupati dan kantor-kantor lain tingkat kabupaten.

Selamet mengaku tidak hanya memasarkan hasil karyanya sendiri, melainkan produksi tetangga- tetangganya. Maklum, selamet adalah ketua paguyuban pengrajin batik tradisional Imogiri. Kedepan dia berharap, pihak-pihak yang menangani sector pariwisata dalam membawa tamu-tamu; baik asing maupun domestic untuk dating ke pasar seni Gabusan.

Hari H+5 itu terlihat ada sekitar 7 bus yang masuk ke komplek pasar seni. Sebagaimana dijanjikan bupati Drs. HM. Idham Samawi ketika pnumpangnya berbelanja, sopir-sopirnya dijamu makan di Ganaru restoran. Saat itu, 2 orang pengelola Ganaru, yakni Azwar AN dan Karno Sentono langsung mempersilahkan sopir dan kernetnya untuk duduk. Setelah menyerahkan voucher, kru bus pariwisata itu dijamu makan siang.

 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.53 sec.
>> WebStats