Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
29 Aug 2008
BizNews
Arsip Berita
 

 

 
• 11 Jan 2005 , 21:58:56
Makanan Tradisional Bantul Makin Diminati

Geplak memang identik dengan Bantul, makanan yang dibuat dari kelapa dan gula itu sejak dahulu dikenal sebagai icon Bantul. Selain Geplak Kabupaten Bantul juga memiliki potensi industri berbagai jenis makanan tradisional seperti emping melinjo, krecek, tahu, dan tempe.

Menurut data Disperindagkop, di Kabupaten Bantul terdapat 21 sentra industri rumah tangga makanan tradisional. Sentra industri makanan geplak di Bantul Kota, industri krecek di Segoroyoso, industri tempe di Pendowoharjo, Poncosari, Bangunharjo, Canden, dan Srimartani. Sentra industri tahu di Trimurti, Trirenggo, Ngestiharjo, dan Baturetno.

Selanjutnya sentra industri emping di Wirokerten, Potorono, Palbapang, Triwidadi, Sumbermulyo dan emping ketela di Ringinharjo. Sentra industri kripik tempe di Imogiri, industri kue satu di Patalan, sedangkan di Singosaren Banguntapan terdapat sentra industri Yangko.

"Makanan tradisional terutama makanan mentah seperti emping dan krecek, saat ini pangsa pasarnya makin diminati", kata Kepala Dinas Perindagkop Drs Yahya, Selasa (11/1), saat ditemui di kantornya.

Drs Yahya menjelaskan, makanan mentah lebih tahan lama dibanding makanan jadi sehingga diminati sebagai oleh-oleh baik oleh masyarakat Bantul sendiri maupun para pelancong.

Drs Yahya juga menjelaskan, kebijakan Disperindagkop Bantul untuk mendorong industri makanan dan minuman, antara lain bekerjasama dengan Dinas Kesehatan memberikan pelatihan bagi pengusaha tentang cara-cara mendapatkan SP (Sertifikat Penyuluhan), perijinan industri makanan dan minuman.

Ditanya tentang bahan baku industri makanan di Bantul, Drs Yahya mengatakan, pengusaha di Bantul memang cukup pandai mengolah produk meski di Bantul bahan bakunya tidak cukup tersedia. "Seperti pengusaha tahu, mereka bahkan mampu mengimpor kedelai kualitas tinggi dari Cina, begitu juga emping melinjo, ketersedian melinjo di Bantul tidak mampu melayani permintaan, melinjo didatangkan dari wilayah Jawa Tengah", kata Drs Yahya.

 
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.93 sec.
>> WebStats