|
• 04 Mar 2005 , 20:24:54 Masyarakat Padati Kirab Budaya ImogiriKirab Budaya Imogiri dengan ritual mengarak "Siwur" untuk mengguras enceh, Kamis (3/2), dipadati ribuan masyarakat. Kirab menempuh rute Kantor Kecamatan Imogiri menuju pelataran Makam Imogiri. Kirab budaya imogiri ini merupakan tradisi tahunan, menjelang acara ritual "Nguras Enceh" yang digelar Jumat (4/2), di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri.
Kirab diikuti bergodo Prajurit Giritamtomo, abdi dalem Surakarta yang mengarak tandu, bergodo abdi dalem Ngayogyakarta juga menggarak tandu untuk menaruh siwur, pengusung gunungan, abdi dalem Reksaprajan, pembawa gunungan, seni tradisional dan pelajar.
Kirab diawali dari halaman Kantor Kecamatan Imogiri, dalam kesempatan ini Mantan Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi didampingi Camat Imogiri Drs Misbakhul Munir melepas iring-iringan peserta kirab. Selanjutnya iring-iringan kirab menuju Pendopo Kabupaten Jurukunci Surakarta. Bupati Jurukunci Surakarta KPH Suryonegoro menyerahkan siwur dan pusaka kepada bergodo abdi dalem Surakarta. Siwur dan pusaka tersebut kemudian diletakan dalam tandu untuk diarak ke tempat tujuan. Iring-iringan kirab dilanjutkan menuju Kabupaten Jurukunci Purulaya Ngayogjakarta untuk mengambil "siwur" yang diserahkan langsung oleh Bupati Jurukunci KRT Hastana Negara.
Prosesi kirab berakhir di pelataran parkir Makam Imogiri, Camat Imogiri menerima kedua "siwur" tersebut selanjutnya diserahkan kepada abdi dalem Surakarta dan Ngayogjakarta. Dalam acara ini juga diserahkan hadiah kepada peserta lomba dalam rangkaian Festival Imogiri 2005.
Usai prosesi kirab, masyarakat yang memadati di seputar pelataran pakir akhirnya berhamburan untuk "rayahan gunungan". Laki-laki, perempuan, tua maupun muda, bahkan tampak nenek-nenek lanjut usia berebut hasil bumi disusun di gunungan tersebut.
|