|
• 04 May 2005 , 11:25:13 Bantul Sambut Hangat InvestorPENJABAT Bupati Bantul Ir Soetaryo menandaskan bahwa sambutan yang ‘hangat’ merupakan kunci utama masuknya investor untuk menanamkan modalnya/berinvestasi. Sedangkan kunci kedua, adalah diregulasi yang dilakukan pemerintah daerah dengan tujuan untuk lebih menyederhanakan peraturan-peraturan tentang investasi dan perdagangan agar lebih pro investor. “Sambutan yang hangat, kunci utama. Yakni pelayanan yang benar-benar baik, dan ramah”, kata Pj Bupati Bantul.
Pj Bupati Ir Soetaryo menegaskan hal tersebut Selasa ( 3/5 ) siang kemarin ketika menyampaikan makalahnya pada Lokakarya bertajuk “Pelayanan Investasi Kabupaten/Kota dan Tantangannya”, di Hotel Matahari Jalan Parangtritis nomer 123 Yogyakarta. Lokakarya yang berlangsung sehari tersebut diikuti 150 peserta dari unsur dinas/instansi terkait di kota/kabupaten se Propinsi DIY, LSM, serta dari unsur swasta/pengusaha.
Selain Pj Bupati Ir Soetaryo, lokakarya tersebut seperti dilaporkan Kepala Bappeda Kabupaten Bantul Drs Suyoto HS Msi, MMA, juga menampilkan pembicara Diyiono Hening Sasmito ( Direktur PT Adio Satria Abadi ), Firman Aji dari KPPOD ( Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah ), serta dilengkapi diskusi dengan moderator Drs Harwanto Dahlan MA.
Lebih jauh Pj Bupati Bantul mengatakan bahwa salah satu pemicu ekonomi biaya tinggi di Indonesia adalah berbelitnya aspek perijinan bagi investor dan pelaku bisnis yang disebabkan semakin membengkaknya birokrasi daerah. Desentralisasi kekuasaan dari pusat kedaerah yang mengikuti kebijakan otonomi daerah, ternyata di banyak daerah hanya semakin menambah ketidakefisienan birokrasi daerah. “Membengkaknya birokrasi daerah jika tidak ditanggapi dengan sikap hati-hati oleh pemerintah daerah, akan menyebabkan munculnya dampak negatif bagi perekonomian daerah. Yakni berupa ekonomi biaya tinggi yang tidak hanya menjangkiti sektor pemrintah daerah, tetapi akan merembes kesektor bisnis dan investasi daerah”, terang Pj Bupati Bantul.
Sedangkan Kepala Bappeda Kabupaten Bantul Drs Suyoto HS MSi, MMA, kesempatan itu juga mengemukakan bahwa sektor industri di Kabupaten Bantul, kini perkembangannya makin menjanjikan. “Sektor tersebut mampu mendukung sektor partiwisata. Bahkan di era krisis ekonomi, sektor industri tetap eksis”, kata Suyoto sambil menambahkan bahwa industri tersebut antara lain gerabah Kasongan, kerajinan kulit, dan sebagainya.
|