Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
11 Oct 2008
Obyek Wisata
Event Budaya
 
 
Tradisi Obor Lebaran di Ringinharjo

Tradisi lebaran ternyata juga masih hidup dan berkembang hingga saat ini di Desa Ringinharjo, Kecamatan Palbapang, Bantul. Di daerah ini terdapat tradisi yang dikenal dengan pesta obor dan sate yang konon sudah ada sejak tahun 1943. Acara ini dilaksanakan setiap H+2 dan H+3 Lebaran, mulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, masyarakat daerah ini mengadakan pesta obor yang dimainkan sekitar 40 orang. Obor yang digunakan berupa obor tradisional yang umumnya terbuat dari tali sabut atau tampar, kawat, kain karung dan bambu itu sebelum dimainkan terlebih dulu harus direndam dengan minyak tanah, agar betul-betul basah dan bisa menimbulkan nyala api yang cukup indah.

Sejarah pesta obor ini dimulai sekitar tahun 1930-an. Ketika itu di Ringinharjo berdiam seorang ulama yang gigih meneyebarkan Agama Islam di daerah setempat. Ulama yang cukup kharismatik itu bernama KH Kholil. Salah satu kebiasaan KH Kholil pada setiap Lebaran, adalah "bersedekah" (bersodaqoh) berupa makanan sate daging, minuman tradisional rujak kelapa muda dan berbagai macam makanan. Makanan dan minuman itu selalu disedekahkan kepada warga masyarakat setempat, sehingga sampai sekarang ini rujak kelapa muda dan sate daging menjadi menu khas dalam pesta rakyat tiap lebaran di Ringinharjo

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:29.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.59 sec.
>> WebStats