Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
10 Sep 2010
Obyek Wisata
Event Budaya
 
 
Gejlog Lesung

Kabupaten Bantul memang kaya akan kesenian tradisional. Sejumlah seni tradisional bahkan melekat pada berbagai upacara ritual yang terus dikembangkan oleh masyarakat setempat. Seperti upacara Merti Deso, Labuhan, Jaladri dan sebagainya.


Salah satu seni tradisional yang berkembang seiring dengan ungkapan syukur atas melimpahnya panen padi, adalah seni Gejog Lesung. Bila kita hanya mendengar dari kejauhan suara :”thok – thek – thok – thok – thek – thok – dug”. Itu adalah suara alu atau alat dari kayu yang dipukul-pukulkan secara teratur pada kayu besar yang dibuat seperti perahu, yang dinamai lesung. Pada umumnya, lesung dibuat dari kayu nangka atau munggur. Kalaupun masih ada yang memiliki lesung, usianya rata-rata di atas 30 tahun.

Lesung, tempo doeloe digunakan oleh rakyat desa untuk memisahkan padi dari tangkai-tangkainya, setelah panen raya tiba. Caranya, padi kering dimasukkan ke dalam lesung, kemudian ditumbuk dengan alu secara berirama. Setelah jaman kian maju, membersihkan padi dengan lesung ditinggalkan, karena dinilai kurang dapat memperoleh hasil yang banyak.

Kini, lesung tetap dilestarikan sebagai seni tradisional. Suara alu yang dipukul-pukulkan pada lesung secara berirama itulah letak seninya. Penabuhnya sekitar lima sampai enam orang. Untuk memunculkan variasi suasana, kini suara lesung dipadukan dengan nyanyian tradisonal, yang dibawakan secara grup. Ada sekelompok orang yang nembang atau menyanyi sambil lenggak-lenggok menari; ada pula kelompok yang lain menari, meliak-liukkan tubuhnya sambil sekali-kali berputar-putar; sebagaimana layaknya menari dengan iringan gamelan lengkap.

Untuk melestarikan seni yang berhubungan dengan panen ini, Pemerintah Kabupaten Bantul mengemasnya sebagai paket wisata. Tempatnyapun sangat menunjang, yakni di Pasar Seni gabusan, dalam bentuk Lomba Gejog Lesung, antar kecamatan. Lomba Gejog Lesung ini berlangsung tanggal 11 dan 12 Desember 2004, dengan peringatan Hari Nusantara ke-5 yang dipusatkan di Kabupaten Bantul.

Karena bersifat lomba, maka penampilannya sungguh menarik. Pakaian warna-warni dikenakan para peserta. Yang cukup membangggakan adalah, hampir setiap grup memunculkan peserta dari tiga generasi, yakni generasi tua, setengah tua dan muda. Lengkap sudah fungsi pasar seni gabusan. Ya menjual kerajinan rakyat Bantul,ya melestarikan seni tradisional. Bravo buat Pak Idham Samawi, yang telah berani membangun pasar seni bernilai miliaran rupiah itu.

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:30.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.93 sec.
>> WebStats