Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
19 May 2012
Obyek Wisata
Event Budaya
 
 
Seni Musik tradisional dari Wijirejo, Pandak, Bantul

Berdirinya dimulai pada tahun 1942, dengan pendiri pertama oleh Sumodeli. Alat music yang digunakan antara lain seruling bamboo, kendang dari tanah liat, bas sebul (dari bahan bamboo), kenthongan bamboo. Sedang lagu-lagu yang sering dimainkan antara lain; Ongke-ongke, Kupu-kupu, Tari Bali, Jenang Gulo, Janger, Bunga Rampai. Personilnya antara lain; Dullah Kirin, Mino, Ponco Tukijo, Harto Kamidi, Cipto, Jimin, Ramidal, Kamidin, dan Suratiman. Tahun 1949 kelompok ini berhenti.

Tahun 1958, kelompok ini mulai bangkit kembali dengan dipelopori oleh Parjiyo sebagai ketua kelompok. Dengan personil Warso Mino, Sanun, Sujiyo, Tukijan, Mitroharjo, Cipto Jimin, Dalimin, Wargani, Kamidin, Ngatijo, dan Suranen. Pada masa ini juga mulai bergabung ibu-ibu mendukung sebagai biduan. Mereka antara lain; Juminten, Yanti, Sujiyem. Lagu yang dimainkan lebih bernuansa perjuangan, selain lagu patriotic juga ada lagu Lumpang Sagu, Kepiye to awakku, Jenang Gulo, Angin Mamiri, Ganjer-genjer, Sinande-nande. Sedang alat music mulai ada penambahan harmonica, ketipung, gitar, dan bas dari tanah liat. 1962 mulai berhenti karena ada yang jadi polisi, angkatan laut, ada yang jadi pegawai negeri, dan sebagian berpindah tempat.

Bangkit kembali pada 17 Mei 2002 dengan dikomandani oleh Subardi, Waliyono, Dulkasim, dan Aspandi. Dengan personil pemusiknya Toekijo, Sujiyo, Cipto Wiyono, Mitro Tukijo, Pardiyono, Margono, Tumiran, Harto Kamidin, Subarjo, Wagino, Daroni, Miskiran, Sarjono, Sudiran, Sabar, Harto Topo, Sungkono, Sungkono, Surupto, Ngadirin, Parinem, Siah Subardi. Berbeda dengan tahun sebelumnya pada masa ini banyak dimainkan lagu-lagu lama, campursari, keroncong, maupun lagu kasidah. Perlatan mulai memasukkan alat cuk dan cak. Karena adanya gempa, kelompok ini fakum lagi.

Setahun setelah gempa, kelompok ini mencoba kembali dihidupkan pada 7 Juli 2007. Kali ini mulai melibatkan pamong desa sebagai sesepuh atau penasehat kelompok. Keduanya Pardiyo dan Margono. Dengan anggota Tugimin, Aspandi, Subardi, Tukiran, Syawal, Pardiyo, Tukijan, Mitriharjo, Sujiyo, Kamijan, Suratman, Harto Kamidin, Dulkasim, Sabar, Parinem, Yanti, dan Sutinah. Kelompok ini kini dinamai dengan nama Orkes Pekbung ‘Laras Wijisewu’.

• Last modified: 13 Jun 2009 11:03:27.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.06 sec.
>> WebStats