|
| Lancar Jumangkah - Terracota
| | Didirikan oleh Syamsul Arifin tahun 2001 di Watu Pajangrejo Pundong Bantul Yogyakarta 55771.Telp. (0274) 756013, 086812107343, 08121551005.Sebagai seorang lulusan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta mendorong Syamsul Arifin terjun menekuni industri gerabah sesuai dengan jurusan yang diambilnya yaitu desain. Sebelumnya, selama beberapa tahun dia tahun terjun dan mendalami bidang kulit dan sekitar tahun 2000 dikarenakan lesunya industri kulit membuat ayah seorang putri berusia 3 tahun ini pindah ke industri gerabah.
Dengan dibantu 6 orang tenaga cetak, 7 orang tenaga finishing, dan 3 orang tenaga pembakaran, yang semuanya berjumlah 16 orang, sejak tahun 2001 mulai giat mengembangkan usahanya. Menurut Syamsul Arifin, bahan baku tanah liat sebagian besar didatangkan dari Godean, diangkut dengan colt dengan1 ritnya Rp 100.000,00. Proses pembuatan gerabah diawali dengan pembuatan bentuk/body atau cetak, dilanjutkan finishing awal(penghalusan), penjemuran, penghalusan lagi, pembakaran, baru finishing terakhir.
Kesulitan yang biasa dialami para perajin di waktu musim hujan biasanya waktu penjemuran agak lama. Biasanya dengan cara diangin-anginkan atau dioven(gerabah ditaruh dirak dan ditutup dengan seng dengan sekam dibawah gerabah).
Teknik yang digunakan dalam proses pembuatan gerabah adalah teknik Gift/cetak dan teknik putar untuk proses awal dan jenis finishing yang digunakan adalah tamarine (metode dari Lombok) dan black terracota untuk produk natural, dan tidak menolak untuk pembuatan produk gerabah dengan cara pengecatan. .
Selama hampir tiga tahun Lancar Jumangkah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Ini ditandai dengan banyaknya order/pesanan yang diselesaikan. Sampai 3 bulan kedepan pesanan yang harus dikerjakan 7300 untuk bulan Oktober, 5400 .untuk bulan November, dan 10.500 untuk bulan Desember yang bernilai hampir 78 juta.. Sebagian besar adalah tempat lilin dan tempat botol dikirim ke AS. Rata-rata setiap bulannya pesanan yang dikerjakan sebanyak 5000 unit. Untuk pesanan dalam jumlah besar biasanya Syamsul menjalin kerja sama dengan perajin lain.
Karena dirasakan usaha yang dirintis semakin berkembang, untuk masalah permodalan Syamsul Arifin menjalin kerja sama dengan salah satu bank.
Selama ini untuk desain dari Depperindag membantu dan mengarahkan industri gerabah yang sifatnya tradisional ke arah fungsional dan artistik. Pengembangan desain dibantu oleh APSERI, UNY,APIKRI, dan KLB untuk manajerial, meskipun kebanyakan desain dan model biasanya tergantung si pemesan.
Pemasaran produk sebagian besar menggunakan jasa trading export dan melalui pameran, antara lain ke Jakarta dan Bali. Pihak ketiga atau Trading yang digunakan yaitu Bimat Asia Semarang, Estetika Indonesia Yogyakarta, Out Of Asia Bantul, dan Indah Amatya Yogyakarta.
|