|
| Anggun Rotan - Aneka Kerajinan Rotan
| | Peribahasa “ Tidak ada rotan akar pun jadi” tidak berlaku bagi Panut Mulyawiyata. Tidak ada rotan maka pendiri sekaligus pemilik Anggun Rotan ini bisa kelimpungan karena perusahaannya tidak bisa berproduksi. Perusahaan kerajinan rotan tersebut didirikan pada bulan Oktober 2001. Walaupun umur perusahaan tersebut tergolong masih muda, tetapi perkembangannya bisa di katakan sangat pesat. Ini terbukti dari makin banyaknya pesanan kerajinan rotan baik dari dalam maupun luar negeri.
 |
| Panut Mulyawiyata |
|
 |
| Proses penganyaman |
|
Perusahaan yang terletak di Jl. Imogiri Km.14 Manggung, Wukirsari, Imogiri, Bantul dengan nomor telepon 081328749211, 08122777651, 0274-7470688 dan fax. 0274-384224 ini memproduksi berbagai macam tas, keranjang , tempat cucian dan sebagainya. Dengan harga berkisar antara Rp 22.000-Rp 115.000 tergantung dari jenis dan modelnya. Semua produknya menggunakan rotan sebagai bahan baku utama, dan agel, kulit, kain, tali, benang, resleting, dan lain-lain sebagai bahan pendukungnya. “ Untuk masalah bahan baku yang berupa rotan kami biasanya mengambil dari daerah Surabaya.” ungkap Panut.
 |
| Proses finishing | |
 |
| Proses pengepakan |
|
Dengan dibantu istrinya yang bernama Erna dan 31 orang pegawainya, Anggun Rotan bisa menghasilkan sekitar 2000 produk tiap bulannya. Dengan modal awalnya sekitar Rp 3 juta, kini omset perbulannya mencapai Rp 60 juta. Menurut istri Panut, sampai saat ini orderannya tidak pernah sepi. Bahkan sekarang sampai menolak order jika dirasa perusahaannya tidak mampu memenuhi death line dari pemesan. “Dari pada nama perusahaan kami jatuh gara-gara tidak dapat memenuhi barang pesanan sesuai dengan hari yang sudah disepakati, lebih baik kami menolaknya. Ini saja baru menyelesaikan pesanan dari Brasil sebanyak 1020 tas”, tutur Panut (36) dengan bangga.
Berkat aktifnya Anggun Rotan dalam mengikuti berbagai even pameran, kini produk-produknya sudah sampai ke berbagai wilayah baik dalam maupun luar negeri. Untuk wilayah dalam negeri meliputi Jakarta, Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Sedangkan pasar luar meliputi Jerman, Denmark, Brasil, Jepang dan Malaysia.” Untuk wilayah dalam negeri, pembeli kerajinan kami kebanyakan dari kalangan menengah keatas. Dan 90% order dari luar negeri di dapat karena pameran yang sering kita lakukan. Maka hasil dari penjualan tidak langsung kita habiskan tetapi sebagian kita sisihkan untuk membiayai pemeran-pemeran yang akan datang “, ujar Erna (29) kepada Bantulbiz.com di tempat kerjanya.
|