|
| Cumplung Adji - Tempurung
| | Kelapa adalah pohon kehidupan. Dari akar di bawah tanah sampai daun muda di pucuk pohon laku dijual. Termasuk tempurung, di tangan Nur Taufiq (31 thn) menjadi bahan baku bernilai seni tinggi, tak hanya untuk dijadikan arang.
Produk pertama Nur adalah gantungan kunci yang ditulisi nama-nama Jurusan Bidang Studi di kampusnya, Universitas Wangsa Manggala, sebanyak 500 buah, ditulis dengan teknik sablon. Pemasaran langsung di Malioboro kurang menguntungkan. Justru laku keras setelah dititipkan di kampus-kampus. Melalui pemasaran ‘dari mulut ke mulut’ makin banyak orang yang memerlukan souvenir karya Nur dari bahan tempurung itu.
Bupati Bantul Drs HM. Idham Samawi dinilai Nur sangat peduli terhadap para pengrajin di Bantul. Pihaknya terus memfasilitasi pengrajin berbahan baku tempurung tadi di arena pameran seperti di Festival Kesenian Yogyakarta. Nur pernah juga diajakan Ibu Hj Ida Idham Samawi (Ketua Dekranasda) pameran ke Semarang dan belum lama ini pameran di JEC (Jogja Expo Center). Hasilnya, kian banyak order mengalir.
Tahun 1995 ada orang memesan marakas (alat musik khas Hawai dan Kanada) sebanyak 700 buah sesuai contoh yang dibawa tamu itu. Sebanyak 12 tenaga kerja dikursus kilat untuk membantunya. Pesanan marakas sampai sekarang masih berjalan.
Kreasi Nur lainnya adalah gelas, piring, serok, pisau roti, toples, kancing aneka motif untuk aksesoris deengan harga bervariasi. Marakas Rp. 13.000,-; sumpit bulat Rp. 1.500,-; pisau roti Rp. 7.500,-; toples bonsai isi 3 Rp. 35.000,-; Toples bonsai isi 5 Rp. 45.000,-. Pasar mancanegara yang sudah berjalan dan dikirimi sample adalah Singapura, Jepang, Canada, Jerman. Ia optimis karyanya bakal terus berkembang karena ada tren, negara maju justru mulai kembali ke kerajinan berbahan baku alam.
Kepala Dusun Santan Guwosari Pajangan Bantul, Mujiharjo (52) mengatakan, usaha Nur bisa membantu mengurangi tingkat pengangguran. Upahnya pun sudah layak. Tenaga kerja borongan yang bekerjanya bagus dan full time dalam 1 minggu bisa mendapat upah Rp. 350.000.
|