|
| Taruna Usaha - Aneka kerajinan kulit
| | Bekerja keras dengan membuat berbagai kerajinan dari bahan enceng gondok, pandan dan kulit. Tetapi karena faktor lingkungan sekitar, sekarang beliau lebih memilih menekuni kerajinan dengan bahan utamanya kulit. Karena rumah tinggal sekaligus sebagai tempat usahanya terletak di Manding yang terkenal dengan kerajinan kulitnya dan merupakan sentra kerajinan kulit di wilayah Bantul. “ Bisa dikatakan saya ini terbawa lingkungan sekitar. Saya pernah mencoba membuat kerajinan dengan bahan selain kulit dan saya pajang di showroom, ternyata kurang laku “, tutur ibu kelahiran Bantul itu kepada Bantulbiz.com di showroomnya.
Awal mulanya Isnaini membuat kerajinan dirumahnya dan menitipkannya pada tetangganya yang kebetulan mempunyai showroom kerajinan kulit. Uang hasil penjualan kerajinan sebagian dibelikan bahan baku dan sisanya ditabung yang rencananya akan digunakan untuk mendirikan tempat usaha dan showroom sendiri. Sekitar tahun 1987 beliau berani mendirikan home industri kerajinan kulit yang dinamakan Taruna Usaha dengan modal Rp 2 juta dari tabungannya. Dari tahun ketahun order pesanannya makin meningkat. “Bahkan tas untuk anggota DPR Pusat pesan disini. Tahunnya saya lupa. Jumlahnya 260 tas kalau dinominalkan sekitar Rp 45juta”, ujar ibu lulusan SKKA ini dengan bangga.
Produk yang dihasilkan Taruna Usaha bermacam-macam antara lain gantungan kunci, dompet, ikat pinggang, sepatu, tas, dan jaket. Semua produknya menggunakan kulit sebagai bahan utama. Jenis kulit yang digunakan adalah kulit sapi, kambing, dan kuda. Harganya cukup bervariasi, mulai dari harga Rp 3.000 berupa gantungan kunci, Rp 175.000 berupa tas sedangkan bentuk jaket kulit seharga Rp 750.000. Home indusri kulit ini tidak terlalu mengalami banyak kendala dalam masalah pengadaan bahan baku berupa kulit. Karena bahan tersebut banyak tersedia di daerah sekitarnya.
Dengan dibantu 25 pegawainya, Taruna Usaha yang beralamatkan di Manding Lor, Sabdodadi, Bantul ini bisa menghasilkan sekitar 1000 kerajinan dan menghabiskan 200 lembar kulit tiap bulannya. Dengan omset perbulannya mencapai Rp 45 juta. Sampai saat Taruna Usaha masih melayani order rutin yang berasal dari daerah Jakarta, Yogyakarta, Bali, Semarang, dan beberapa negara antara lain Amerika dan Jepang. Di showroomnya terdapat kurang lebih 100 model kerajinan kulit yang sudah siap dipasarkan.
|