|
| Benya Art - Kerajianan Keramik
| | Jakarta, Bali, Surabaya dan Bogor adalah pasar potensial dalam negeri yang telah dirambah oleh pengrajin Adnan Isdianto. Berkibar dengan bendera Benya Art, Adnan , warga Manggung, Imogiri Bantul itu, memproduksi handicraft berbahan keramik, kayu dan tembaga. Tempat usaha dipilhnya yang sudah bernilai jual tinggi, yakni di Jalan Kasongan, sentra kerajinan di kawasan Bantul yang sudah kesohor di seluruh dunia.
 |
| Adnan | |  | | Produk Benya Art |
|
Usaha yang digeluti sarjana lulusan ISI Jogja tersebut, bukannya lancar sejak awal. Ketika mulai berwirausaha sejak tahun 2001, Adnan mencoba patungan dengan teman, tapi gagal. Namun, kegagalan itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi wirausahawan. Setelah banyak mempelajari pasar, dipilihlah handicraft berbahan baku keramik, tembaga dan kayu untuk dikembangkan.
Hasilnya? Selain pasar dalam negeri, buyers mancanegara asal Jerman, Prancis dan Australia sudah membawa karya-karya Adnan ke negeri mereka. Dengan diperkuat 2 karyawan tetap ditambah 6 tenaga harian, Adnan terus berjuang sendirian. Artinya, pemasaran, desain, manajemen, dan keuangannya belum disentuh lembaga-lembaga yang mestinya berkompeten untuk meningkatkan usaha pengrajin.
Meski masih berjalan dengan manajemen ala Benya art sendiri – toh Adnan – mampu memproduksi 200 pcs setiap bulannya. Omset per bulan pun lumayan, mencapai Rp 8 juta.***
Kontak person Adnan Isdianto: 08122748891
|