|
| Karya Mandiri - Kerajinan dari Bahan Alami
| | Darwati, pemilik Sanggar Karya Mandiri memanfaatkan bahan alami seperti, akar wangi, enceng gondok, lidi daun kelapa, pelepah pisang, mendhong dll sebagai media utama dalam karya kerajinannya. Tempat usahanya yang juga dijadikan show roomnya banyak menyimpan koleksi dari produk yang pernah dibuatnya. Ada sekitar 50 jenis produk terdiri dari berbagai ukuran. Ada kerai, tas, plice mate, tempat pakaian, sarung bantal, tikar, sajadah dll, itu yang termasuk barang pakai. Sedangkan yang termasuk hiasan murni seperti : becak-becakan, meriam, bingkai kaca, boneka, burung-burungan dan lain-lain. Semua tertata rapi di show roomnya yaitu di Dusun Bothokan, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, telp. 082 274 9941.
Memulai usahanya tahun 1991 dengan memasarkan sendiri di sekitar Yogya. Lalu ada pedagang dari Jakarta yang tertarik produknya, akhirnya membeli untuk kulakan. Lumayan arah ke sukses sudah mulai nampak, itu terjadi pada tahun 1998. Kemudian di tahun 1999 ada orang Semarang yang memesan tas dari akar wangi sebanyak 500 buah, katanya akan digunakan sebagai souvenir di hari ulang tahunnya. Oleh pengrajin yang hanya lulusan SD ini dalam setiap produknya diberi label Karya Mandiri beserta alamatnya.Dari itu pula orang lebih mengenal produknya.Selain dari Jakarta dan Semarang, ada pedagang dari Solo, Bali, Palembang dan Medan, yang mengambil barang dari Bu Darwati. Bahkan ada yang menjual lagi ke 12 negara maju.
Perhatian Pemda Bantul baru dirasakan sejak 2002. Antara lain ikut pameran di Ancol, di Manding, di halaman Gedung Parasamya Bantul di JCC Jakarta pada tahun 2002-2003. Namun dia juga mengaku bahwa usahanya itu betul-betul dari nol. Dan hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan modal atau apalah namanya. Tetapi dari perjuangannya yang keras, dia mampu membeli ATBM sedikit demi sedikit, hingga sekarang mencapai puluhan ATBM yang diawaki oleh kurang lebih 30 tenaga kerja.
Mengenai bahan baku, menurut Bu Dar, tidak masalah karena sudah ada langganan yang menyetori secara berkala, seperti lidi dari Jabar, enceng gondok, pelepah pisang, mendong, dari lokal Yogyakarta. Walau dari bahan alami, produk Karya Mandiri yang pengerjaannya juga masih tradisional, tidak kalah dari yang memakai mesin/teknologi canggih. Masalah harga, produk “KM”, masih relatif terjangkau dan tergolong murah bila dibanding dengan proses pengerjaannya. Adapun prosesnya adalah sebagai berikut : dari benang – diklose – disekir – disambung – bikin pakan – proses tenun.
|