|
| AJI KATON - Kerajinan Bambu
| | Di mana ada Subardi di dekatnya pasti ada bambu. Bisa di istilahkan bambu merupakan istri kedua bagi pendiri sekaligus pemilik AJI KATON. Karena tanpa pohon jenis rumpun ini Subardi tidak bisa menghidupi keluarganya. Subadi bergelut dengan bambu sejak usianya masih 6 tahun. Di usia yang masih sangat muda itu beliau sudah bisa menganyam bambu dan dijadikan sebagai tampah. Tetapi dengan bertambahnya usia, kekreatifannya juga mulai berkembang dan diterapkan dengan membuat aneka kerajinan bambu. Dan mencoba menawarkan hasil kerajinannnya ke toko-toko yang menjual barang kerajinan.
Ternyata hasil kerajinnannya banyak yang suka dan laris terjual. Mulai tahun 1999 orderannya mulai meningkat. Subardi yang kelahiran Bantul ini menjual kerajinan tanpa label maupun nama perusahaan. Tahun 2000 menerima pesanan yang cukup banyak. Pada waktu itu untuk menyelesaikan pesanannya dia menghabiskan 1000 potong bambu. Saat itulah dia mempunyai inisiatif untuk memberi nama perusahaan dengan nama AJI KATON. Akhirnya sampai saat ini perusahaannya dikenal dengan nama AJI KATON.
Produk-produk dari perusahaan kerajinan bambu itu antara lain tudung saji, tempat kue dan tempat lalapan, dan masih banyak yang lainnya. Harga sekitar Rp 15.000 - Rp 46.000 / biji tergantung dengan jenis, bahan, model dan ukuran. Di Work Shop sekaligus sebagai tempat produksinya yang beralamat di Karangasem, Muntuk, Dlingo, Bantul telp. 081 5747 9051 ini terdapat kurang lebih 200 model barang kerajinan. Semua kerajinan bahan baku utamanya bambu. Jenis bambu yang sering digunakan adalah bambu apus, “ Bambu tersebut didapatkan di Daerah Kulon Progo”, ujar Subardi. Pada akhir tahun 2004 Subardi di beri kesempatan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul untuk outlet di Pasar Seni Gabusan menempati Los. 10 Kav. 9.
Dengan dibantu 2 pegawai dan 5 tenaga harian, perusahaan kerajinan bambu itu bisa menghasilkan sekitar 500 pcs tiap bulannya. Dan omzet mencapai 1 – 5 juta tiap bulannya. Berkat seringnya ikut pameran antara lain di Yogyakarta, Bali, dan Jakarta, produknya sudah sampai ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Tetapi yang paling rutin memesan dari daerah Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Sedangkan untuk luar negeri produknya sudah sampai ke Australia.
|