|
| Surya Usaha Mandiri - Asesoris Bahan Baku Bathok
| | Jika akhirnya sekarang menjadi perajin asesoris berbahan baku bathok, itu bukan niat awalnya. Usahanya itupun baru berjalan 2 tahun. Namun melihat perkembangannya, arah menuju sukses sudah nampak di depan mata. Itulah yang dialami Haryanti, 32 tahun, perajin yang sebelumnya pernah bisnis emping ketela, gesper dan logam kuningan. Tempat usaha yang juga sebagai kantornya, beralamat di Dusun Ngimbang, Pandowoharjo Sewon Bantul, 7 km arah selatan kota Yogyakarta.
Awal mulanya, waktu itu Sunadi (suami Haryanti) bekerja di pabrik perakitan mesin dan pembuatan senjata di Pindat, Bandung. Terus ada teman yang memesan untuk dibuatkan mesin pemotong tempurung / bathok. Pesanan pun jadi. Setelah sekian bulan ternyata tidak diambil oleh si pemesan. Oleh Haryanti mesin tersebut iseng-iseng di coba untuk dioperasikan. Dari proses tersebut dapat dihasilkan berbagai ukuran potongan bathok. Kemudian oleh ibu 3 putra ini dirangkai sedemikian rupa hingga menjadi suatu barang kerajinan. Seperti : Kancing baju dalam berbagai ukuran, gelang, kalung, bross, kepala gesper, gantungan kunci dll.
Setelah produk tersedia, dicobanya untuk menawarkan ke Pasar Beringharjo. Pucuk dicinta ulam tiba. Ternyata di sana ada pedagang pakaian yang membutuhkan asesoris - asesoris seperti yang dibuat oleh Haryanti. Sekarang banyak perusahaan pakaian dan tas yang sudah menjadi langganannya. Antara lain : pedagang dari Kasongan, Godean, Kota Gede, Beringharjo dan Jakarta. Didukung oleh 15 tenaga kerja dan 20 unit mesin, Surya Usaha Mandiri-Colection, masih kewalahan mengerjakan order yang selalu mengalir. Hal ini bisa terjadi karena stoknya selalu habis. Para pemesan biasanya langsung datang ke tempat usahanya sekaligus transaksinya. Pernah ada pembeli dari Prancis dan Italia yang datang ke lokasi. Walau datangnya secara berkala, tetapi mereka juga sudah termasuk langganannya juga.
Bahan baku bathok sampai saat ini tidak menjadi masalah. Karena bisa didapatkan dari Bantul dan sekitarnya, yaitu pada perusahaan pembuatan minyak goreng, geplak, es kelapa muda dll. Sedangkan proses pembuatan asesoris yaitu, dari bathok mentahan dipotong dengan gergaji mesin sesuai kebutuhan, terus dislap, diamplas dengan mesin, dilubangi dan terakhir dirangkai / finishing.
Modal usahanya waktu itu Rp 10 juta, untuk melengkapi pengadaan mesin, bahan baku dan upah tenaga kerja. Karena usahanya termasuk belum lama dan produknya juga hanya kecil, harga relatif murah, maka omzet per bulannya baru Rp 10 juta. Untuk ke depan, perajin yang lulusan SPG ini akan mengembangkan usahanya seperti pembuatan tas, mebel dengan asesoris “full” bathok. Tetapi kendala utama, menurutnya adalah masalah modal, yang ditaksirnya sekitar Rp 60 juta. Dia sangat berharap apabila ada pihak yang mau membantu masalah modal ini dengan prosedur yang mudah.
|