Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
26 Jul 2014
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
S y a m s u j i - Kerajinan Pembuatan Pelampung

Pelampung berbentuk rompi merupakan peralatan yang wajib digunakan nelayan ketika melaut. Pelampung membantu nelayan lebih cepat naik ke permukaan jika terhempas ombak hingga dasar laut. Mengingat pentingnya pelampung, nelayan yang tidak menggunakan pelampung, tidak akan dibantu mendorong sampan/perahunya ke laut. Walaupun keberadaan pelampung sangat penting, belum semua nelayan menggunakan pelampung. Toko yang menyediakan pelambung terbatas, lagi pula harga yang relatif mahal menyulitkan nelayan memperoleh pelampung. Kondisi tersebut memberikan ide kepada para nelayan untuk mencoba membuat pelampung sendiri. Syamsuji salah seorang nelayan, oleh nelayan lainnya didorong agar merintis usaha pembuatan pelampung.


Pembuatan pelampung ini di kerjakan syamsuji dengan istrinya Surapti yang mempunyai ketrampilan menjahit. Dengan mencontoh model pelampung milik nelayan dari Cilacap, Syamsuji mencoba membuat pelampung sederhana berbahan styrofoam. Pelampung ini belum ideal karena kaku dan styrofoam mudah meleleh jika terkena bensin. Hal tersebut mendorong Syamsuji untuk mencari bahan lain yang sesuai dan mulai pertengahan 2000, digunakan PE foam. PE foam lebih lentur dan daya kedap airnya sangat baik, sehingga sesuai untuk bahan pelampung.


Untuk membuat satu pelampung, dibutuhkan kurang lebih 5 m Pe foam yang dibeli dengan harga Rp.13.500 / m. Ketebalan minimal untuk satu pelampung adalah 6 cm atau 6 lapis PE foam dengan tebal 10 mm. Ketebalan ini mampu menahan beban hingga 1 kuintal dan berdaya apung baik. Sedangkan ketebalan idealnya adalah 8 cm, yang mampu memberi daya dorong ke atas permukaan sangat cepat.

Lapisan PE foam diatas dimasukkan kedalam pola rompi berbahan dasar kain kedap air. Kain yang digunakan jenis D 600 Soft dan kain parasit. Kain parasit lebih disukai karena lentur, tipis sehingga tidak berat jika terkena air. Untuk pelampung dengan lebar standar 34-45 cm dibutuhkan kain pelapis 1,25 m. Syamsuji membeli kain parasit dengan harga Rp. 9500 / m dan untuk D 600 soft Rp.9000/m. Bahan lain yang digunakan : benang jahit, tali bisban, klop dan sambungan bisban.

Dalam memproduksi pelampung, model masih disesuaikan dengan keinginan konsumen. Pelampung standar di jual dengan harga Rp.120.000 Rp. 140.000, untuk pelampung berbantal di jual dengan harga Rp. 150.000. Syamsuji juga menerima perbaikan, tetapi khusus pelampung produksinya. Biaya reparasi untuk satu pelampung sebesar Rp. 75.000. Konsumen pelampung Syamsuji awalnya adalah temannya sesama nelayan Bantul. Kini, konsumennya dari berbagai daerah seperti Kulonprogo, Gunungkidul, Purworejo, dan Gombong. Sedangkan konsumen dari lembaga/Instansi antara lain: Tim SAR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan SMK kelautan di Bantul. Disamping memproduksi pelampung, Syamsuji juga memproduksi kantung jenazah dan pelampung bantal guling sebagai alat penolong.

Pelampung buatan Syamsuji sampai sekarang belum diproduksi secara massal, tetapi masih atas dasar pesanan. Pesanan terbanyak biasanya pada bulan September Oktober, ketika hendak memasuki musim melaut. Dengan berbekal ketrampilan istrinya sebagai seorang lulusan SMKK jurusan menjahit dan 1 mesin jahit butterfly serta 1 buah mesin jahit Italy, Syamsuji mengerjakan usaha tersebut hanya berdua, tanpa dibantu tenaga kerja yang digaji.

Mungkin untuk upaya pengembangan kedepannya, diperlukan merk dagang sebagai identitas produk. Belum adanya merk sebagai identitas produk, akan menyulitkan upaya promosi. Model yang diproduksi juga masih terbatas, sehingga jika ada pesanan model baru tanpa disertai contoh Syamsuji belum bisa mengerjakan. (Nura / Fernandez)


Pelampung Syamsuji
Klatak Rt 01, Rw 08, Gadingsari, Sanden
HP : 0852 228 279 342
Email : rsyamsuji@yahoo.com

Last modified: 26 Oct 2010 10:54:49.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.40 sec.
>> WebStats