Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
30 Aug 2014
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Briqco Novi Setiawan - Briket Tempurung Kelapa

Briket tempurung kelapa disukai karena dapat menghasilkan energi panas yang cukup tinggi. Pasar eksport cukup memberi respon terhadap produk ini. Usaha pembuatan briket ini mulai ditekuni Novi pada November 2008 namun sebelumnya, memproduksi arang batok. Dari relasi arang batok, diminta untuk mencoba membuat briket. Rupanya gayung bersambut, sample yang dikirimkan, dapat diterima dan memenuhi standard eksport. Dengan berbagai tantangan untuk dapat memproduksi briket dalam jumlah besar, mulailah Novi memproduksi briket dengan pembakaran tempurung sendiri.


Pada awalnya novi mengolah bahan baku tempurung kelapa hingga menjadi briket. Dalam perkembangannya, jika harus melalui proses pembakaran tempurung kelapa dirasa kurang efektif, bila ada pesanan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Novi mengambil bahan baku arang tempurung dari para supplier di Pleret, Wates, Sleman dan Bangunjiwo. Untuk menghasilkan briket yang berkualitas, arang yang disetorkan harus melewati proses quality control. Novi hanya mengambil tempurung yang bersih dari serat dan proses pengaranganya sempurna. Harga bahan baku arang dibeli Novi dengan harga sekitar Rp. 2.500 per kg.


Bila proses pembuatan briket diawali dengan pengolahan arang batok, maka briket yang dihasilkan adalah seperempat dari total berat bahan baku. Kapasitas produksi dalam sehari mencapai 0.5 ton. Sejak berhasil memproduksi briket arang batok, usaha Novi Setiawan telah menghasilkan total 52 ton dengan nilai jual Rp. 363.400.000,- Produksi bulan mei 2010, masih nihil karena belum ada permintaan lagi. Novi dibantu sekitar 20 orang pekerja yang diambil dari warga sekitar. Tenaga kerja ini menerima upah setiap akhir minggu dengan besaran Rp. 20.000.- per hari.

Briket yang dihasilkan Novi mempunyai kualitas terbaik untuk memenuhi standar ekspor. Ukuran briket yang dihasilkan, tergantung permintaan konsumen. Saat ini, briket yang diproduksi berukuran 2,3 x 2,3 x 2,3 cm untuk pasar luar negri. Sedangkan untuk pasar lokal, briket yang diproduksi umumnya berukuran lebih besar. Briket tersebut oleh Novi dijual dengan harga Rp. 3000 Rp. 5000 per kg tanpa kemasan. Untuk penambahan kemasan / packaging diberi tambahan biaya Rp 1800.

Pangsa pasar briqco produk Novi Setiawan, masih sangat bergantung pada ada tidaknya permintaan pasar eksport dari eksportir Indoarab. Oleh eksportir Indoarab, briqo dieksport ke Jeddah, Arab Saudi. Kerjasama dengan Indoarab dimulai dengan adanya pesanan 10 ton briket pada Mei 2009 dan berlanjut hingga Januari 2010. Ke depan akan dibangun relasi usaha dengan eksportir lain, agar pangsa pasar laur negerinya semakin terbuka. Agar produksi dapat dijalankan secara kontinyu, Novi berniat pula membuka pasar dalam negeri. Potensi pasar dalam negeri dipandang cukup menjanjikan dan untuk hal tersebut, Novi akan membuat beberapa penyesuaian, agar bisa diterima konsumen lokal. (Nura / Fernandez)



Novi Setiawan
Jurug, Rt. 04, Bangunharjo, Sewon, Bantul
Hp : 08157927920
Email : briqco@yahoo.com

Last modified: 09 May 2011 13:42:09.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.13 sec.
>> WebStats