|
Joglone Jogja, bergerak di bidang industri kerajinan kayu. Didirikan oleh Wisnu Wardoyo, 24 tahun, bersama temannya, Barokah. Dalam mendirikan industri kerajinan ini menurutnya nyaris tanpa rencana dan konsep yang jelas, apalagi perhitungan untung rugi yang njelimet. Semua mengalir begitu saja.
Masih menurut alumni UNY ini, pada suatu hari dia bermain di sentra salah satu industri kerajinan kayu di Bantul. Produk-produknya selama ini dianggapnya masih biasa dan sudah umum, terutama bagian finishing-nya. Dari pengalaman tersebut terbersit dalam pikirannya untuk membuat produk-produk yang hampir sama, tetapi penyelesaiannya yang berbeda. Menurutnya, finishing dengan teknik dibubut kemudian dilukis, belum banyak dikerjakan orang. Nah ide itulah yang sampai saat ini sudah berjalan. Perjalanan Joglone Jogja sampai saat ini baru 1 tahun, masih relatif muda karena didirikan awal tahun 2003.
Modal awalnya tidak bisa diutarakan dengan nomonal. Kebetulan dia punya kayu sebagai bahan baku pembuatan kerajinan, kayu tersebut kemudian dibubut hingga membentuk barang-barang / asesoris seperti : cepuk, tempat tusuk gigi, gantungan kunci, tempat lilin, menong manten, mangkok, asbak, kotak uang, kotak perhiasan dan kotak kartu nama. Setelah membentuk barang tersebut, kemudian diamplas hingga halus, dibersihkan dan selanjutnya difinishing yaitu dengan dicat aneka warna. Barang yang sudah dicat kesan kayunya malah nyaris hilang karena justru menyerupai plastik.
Tentang pemasarannya sampai saat ini masih menitipkan di art shop-art shop di Jogja seperti Mirota Batik. Di samping sudah punya beberapa langganan dalam kota, pemuda yang juga pintar dalam senam penyembuhan ini juga menawarkan ke eksportir-eksportir setempat. Menurut penuturannya, karya-karyanya sekarang sudah ada yang beredar di Negeri Sakura, Jepang. Tetapi sayang, orang Jepang itu bukannya datang sendiri ke tempatnya, tetapi sudah melalui agen lokal. Harga-harga produknya termasuk untuk kalangan menengah ke atas. Harga terendah adalah gantungan kunci mobil bulat yaitu Rp 18.800. Yang termasuk harga sedang, seperti : cepuk, tempat lilin, mangkok dan tempat tusuk gigi, berkisar dari Rp 25.000 - 47.000. Sedangkan yang termasuk harga mahal adalah : kotak uang dan menong manten yaitu dari Rp 76.700 - Rp 99.750.
Joglone Jogja berkantor di Pelemsewu Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta, 55188. Telepon (0274) 385044, HP : 08562870037. E-mail: joglone jogja@yahoo.com. Sampai saat ini pihaknya masih mengerjakan pesanan-pesanan yang terus mengalir. Tenaga kerjanya memang baru 3 orang, namun apabila kewalahan bisa 5-10 orang. Omzetnya hingga kini baru sekitar Rp 4-5 juta / bulan. Tetapi dalam benaknya, perajin yang juga punya Bright English Course ini kepingin usahanya menjadi lebih maju dari yang sekarang.
|