|
Alasan didirikannya Eyang Keramik, menurut Sugiyo yang juga sebagai pemiliknya adalah karena alasan ekonomi rumah tangga, yang waktu itu dirasakannya sangat berat. Atas dukungan keluarganya didirikanlah Eyang Keramik di tahun 1996, dengan basis usaha membuat barang-barang kerajinan dari tanah liat. Bukan berarti latah dengan perajin lain yang lebih dulu menekuni kerajinan yang sudah jadi trade mark nya Kasongan. Tetapi dia merasa terkondisikan menggeluti dunia keramik sebagai bidang usahanya, karena letaknya yang berada di daerah Kasongan. Dengan menekuni usaha ini ternyata lambat laun ekonominya mulai merangkak. Bahkan sekarang sudah bisa membangun showroom di Dusun Tirto RT 06 RW 45 Bangunjiwo Kasihan Bantul, 55184, telp. (0274) 447842, dan memiliki sebuah toko kerajinan di jalan menuju Kasongan.
Ciri khas produknya yaitu bentuk-bentuk patung manusia atau bentuk loro blonyo.
Loro blonyo yang dibuatnya kebanyakan bentuk berdiri. Seperti penari yang sedang menari atau peragawati yang sedang bergaya diatas catwalk. Postur tubuhnya dibuat langsing. Asesorisnya juga komplit. Teknik penggarapannya halus, dan finishingnya menggunakan cat. Orang yang melihat, kesan pertama pasti berdecak kagum, karena seolah-olah patung keramik tadi seperti hidup.
Tahun 1998 ikut pameran di Ancol. Sugiyo membawa sebagian contoh produknya. Ternyata yang laku keras adalah loro blonyo-nya. Bahkan karena stok habis konsumen tadi sampai mencari di rumahnya. Ya di tahun itulah Eyang Keramik mengalami booming penjualan loro blonyo. Untuk memberi vareasi pilihan pada pembeli, Eyang Keramik juga memproduk guci, vas / pot bunga, asbak, tempat tisue dan bentuk-bentuk souvenir lainnya. Harganya ada Rp 700 untuk sebuah souvenir hingga Rp 250.000 untuk satu pasang loro blonyo ukuran tinggi 125 cm.
Modal awalnya Rp 2 juta, untuk membeli bahan baku, untuk pengadaan alat-alat dan untuk membayar upah tenaga yang waktu itu pernah mencapai 23 orang. Pernah mengikuti pameran di : Solo, Semarang, Demak, Ambarawa, Cirebon, Indramayu dan Cianjur serta Yogyakarta. Kini pasarannya sudah menembus Malang, Jakarta, Bali, Lombok, Sumbawa dan kota-kota besar di tanah air. Pasaran luar negeri yang sudah berjalan adalah Jepang. Dalam waktu 8 tahun ini Eyang Keramik sudah mampu meramaikan pasar keramik di Sentra Industri Gerabah Kasongan.
|