|
| Putra Semar Mandiri - Spesialis Tempat Lilin
| | Mungkin tempat lilin yang diproduksi oleh Putra Semar Mandiri ini termasuk aneh. Letak anehnya karena dari bahan kayu seperti: jati, pule, randu, nangka dan munggur. Jadi tidak seperti umumnya yang biasa dibuat dari bahan logam.Basis disainnya berbentuk dulang (wooden bowl). Barang ini kalau di Jawa Barat digunakan untuk tempat nasi. Perkembangan selanjutnya, model yang dibuat berbentuk miniatur, seperti perahu, gendang, lesung dan lain-lain. Produk yang dibuat sangat bervareasi. Dari ukuran kecil sampai yang besar. Dari yang bijian hingga yang set-setan. “Semua untuk memberi pilihan pada konsumen”, kata Ganang Subaryanto, SH, pemilik Putra Semar Mandiri.
Perajin yang beralamat di Dusun Ngebel Tamantirto Kasihan Bantul, 55183, ini ke depan merasa optimis karena produknya berbeda dengan produk yang dibuat oleh perajin di kawasan Bantul. Semua diproses dengan manual. Dari pemotongan kayu, penatahan, pengamplasan sampai finishing. Hasil yang didapat pun terkesan bahwa itu adalah hasil kerajinan tangan. Kata perajin yang juga alumni Universitas Widya Mataram ini.“Justru yang seperti itulah yang biasa disukai orang asing”, tambahnya.
Kerajinan yang berdiri tahun 2000 ini dalam memasarkan produknya mula-mula dengan menitipkan ke beberapa galeri di Yogyakarta dan mengikuti pameran. Pameran yang pernah diikuti antara lain : di Beteng Vredenburg, JEC dan Jakarta. Pasarannya sampai sekarang sudah menembus ke Solo, Klaten, Salatiga, Jawa Barat, Jakarta dan Bali. Untuk luar negeri produknya sudah banyak beredar di Belanda, Italia, Spanyol, Prancis dan sebagian negara di Afrika. Tentang harga sangat bervareasi. Tergantung besar kecilnya barang dan dari kayu apa dibuat, yaitu antara Rp 15.000 hingga Rp 550.000.
Modal awalnya hanya Rp 500.000. Waktu itu digunakan untuk ‘kulakan’ dulang di Jawa Barat, yang barangnya masih orisinil. Selanjutnya barang tersebut di vermak sedemikian rupa sehingga barang tersebut yang tadinya sudah afkir menjadi sudah siap jual. Jadi sampai sekarang selain memproduksi tempat lilin juga membuat dulang, pot dari kayu nangka dalam ukuran besar dan juga beberapa bentuk kerajinan lain yang katanya sudah berjumlah 28 dari hasil kreasinya.
|