Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
22 Aug 2014
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Daliyo Hadi Prayitno - Perajin Gamelan Jawa

Kerajinan pembuatan gamelan merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang sulit dapat berubah menjadi usaha pabrikan. Hal ini disebabkan karena pembentukan tangga nada pada sebagian besar alat musik ini, hanya dapat dilakukan dengan tangan manusia. Dari 24 macam/jenis alat musik gamelan, hanya 5 jenis yang dapat dibuat dengan peralatan mekanis seperti: bende, siter, rebab, suling dan japan. Lainnya membutuhkan sentuhan langsung tangan manusia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi, untuk mampu membedakan berbagai tingkatan tangga nada.


Jenis peralatan musik gamelan yang diproduksi langsung oleh Daliyo untuk memenuhi standar minimal 1 set perangkat antara lain: slenthem 1, gender 1, gambang 1, demung 1, saron 2, peking 1, bonang barong 1 rancak isi 10 buah, bonang penerus 1 rancak isi 10 buah, kenong 1 rancak isi 5 buah, ketuk 1, kempul 5 buah, suwukan 2 buah, gong 1 buah. Semua peralatan musik tersebut ditabuh dengan alat tabuh. Sedangkan alat musik yang ditabuh dengan tangan manusia antara lain: kendang bem 1 buah, kendang batangan 1 buah dan kendang ketipung 1 buah. Alat musik gesek yakni rebab 1 buah, dan yang diorderkan adalah alat musik petikan yakni siter 1 buah dan alat musik tiup yakni suling 1 buah.


Yang tidak diproduksi atau hanya diproduksi bila ada permintaan khusus adalah : japan, kempyang siyem dan celempung. Selain perangkat gamelan, Daliyo juga membuat untuk perangkat campursari yang terdiri dari : demung 1 rancak isi 12 buah, saron 1 rancak isi 12 buah, gender 3, slenthem 2, kendang 2 buah dan gong besar 1 buah. Demikian juga ia memproduksi perangkat jatilan seperti : kethuk 2, bende 3 kempul 1 buah dan suwukan 1 buah. Harga jual untuk perangkat cam[ur sari dari bahan kuningan seharga Rp. 50 juta, sedangkan peralatan jatilan seharga Rp. 30 juta.

Selama ini Daliyo belum pernah mengikuti pelelangan pengadaan gamelan, karena menurutnya sangat terikat pada ketentuan waktu lelang yang kadang tidak sesuai dengan waktu sebenarnya yang dibutuhkan. Untuk membuat 1 perangkat gamelan dengan kondisi rancak dan gayor yang tidak berukir, rata-rata dibutuhkan waktu 2 bulan. Bila rancak dan gayor harus diukir, dibutuhkan waktu sampai dengan 3 bulan, agar dapat menghasilkan perangkat yang berkualitas. Harga 1 set gamelan dari bahan lembaran besi atau tosan Rp. 15 juta, dari kuningan Rp. 85 juta dan dari perunggu Rp. 185 juta. Daliyo tidak hanya menjual dalam bentuk 1 set perangkat gamelan secara lengkap, namun juga menerima pesanan yang bersifat parsial per jenis alat musik yang dibutuhkan.

Ketika berbincang di rumahnya Kamis petang (07/10), Daliyo sedikit memberikan gambaran harga per satuan alat musik gamelan yang terbuat dari kuningan dengan rancak dan gayor yang tidak berukir. 1 Gong besar Rp. 5 juta, kempul 5 buah a Rp. 2,5 juta, bonang barong maupung penerus 2 rancak isi 20 buah, 1 buah Rp. 400 ribu, 1 buah gambang Rp. 300 ribu, saron 2 rancak a Rp. 2 juta, kenong 1 rancak 5 buah per buah Rp. 2,5 juta, gender 1 buah Rp. 700 ribu, ketuk 1 buah Rp. 750 ribu, demung 1 rancak Rp. 2 juta, slenthem 1 rancak Rp. 700 ribu, suwukan 2 buah Rp. 3,5 juta, peking 1 buah Rp. 1,1 juta, bende 1 buah Rp. 600 ribu. Kendang bem 1 buah Rp. 1 juta, kendang batangan 1 buah Rp. 600 ribu dan kendang ketipung 1 buah Rp. 350 ribu. Siter 1 buah Rp. 200 ribu, rebab 1 buah dari kayu asem Rp. 400 ribu, sedangkan rebab dari kayu sonokeling 1 buah Rp. 250 ribu.

Ketika ditanya rata-rata omzet penjualan per tahun, Daliyo merasa kesulitan untuk memperkirakan. Manajemen usahanya juga masih sangat sederhana atau boleh dibilang tidak ada pembukuan yang dibuat. Ia hanya mengatakan kalau dalam tahun 2010, sudah pembeli dari Malaysia sebanyak 3 set dari bahan kuningan dan besi dengan nilai Rp. 111 juta, Singapura senilai Rp. 4,5 juta, dari sebuah sekolah di Purworejo senilai Rp. 30 juta dan dari Kalasan senilai Rp. 15 juta. Jadi total penjualan samp September 2010 sebesar Rp. 160,5 juta. Tingkat keuntungan menurut Daliyo rata-rata 10 %.

Tenaga kerja yang ada berjumlah 11 orang terdiri 4 orang anggota keluarga termasuk dirinya dan 7 orang warga sekitar. Upah tenaga kerja sebesar Rp. 30 40 ribu per hari. Di hari tuanya ini, Daliyo hanya dapat mengharapkan ada salah seorang anaknya yang nanti mau meneruskan usaha tersebut. Namun ia menyadari bahwa hal tersebut tidak dapat dipaksakan dan sangat bergantung pada panggilan jiwa mereka untuk melestarikan budaya leluhur. (Fernandez)

---------------------------------------------------

Contact Person : Daliyo Hadi Prayitno Pelem Lor Rt.03 Pedukuhan 1, Baturetno, Banguntapan,
Bantul. Hp. 081 2296 6748

Last modified: 08 Oct 2010 07:40:10.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.79 sec.
>> WebStats