Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
11 Mar 2010
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Sri Rejeki - Gamelan
Katalog Produk

Usaha gamelan ini dirintis oleh Parto Suwito (alm) tahun 1965. Mula-mula hanya beli rusakan, terus diperbaiki, lalu dijual lagi. Semakin lama perkembangannya bagus, sehingga banyak pihak yang memesannya.Dengan model bisnis seperti itu, diakui oleh pemiliknya sangat menguntungkan, karena frekuensi penjualan juga lebih cepat. Disamping itu UD Sri Rejeki juga membuat sendiri, yang logamnya dari besi.Termasuk rancaannya / tempatnya yang terbuat dari kayu nangka, tahun,mahoni,dll. Kalau dari perunggu masih mengambil dari Madiun dan Solo. Sedangkan bahan dari kuningan diambil dari Ponorogo yang kesemuanya baru setengah jadi, kemudian disempurnakan di UD Sri Rejeki. Harga satu set gamelan (pelog - slendro) saat ini Rp 90 juta.

Parto Suwito meninggal tahun 1991, setelah itu dipegang oleh puteranya, Rukiman Hadi Sumarto, yang sebelumnya memegang urusan perkantorannya. Diakui oleh Rukiman HS, bahwa usahanya pernah mencapai puncak kejayaan pada era 80-90 (masa orba). Dikatakannya, karena pada masa itu semua masih serba sentralisasi. Banyak proyek dari Dinas P dan K, Transmigrasi, Pariwisata dll yang langsung memesan ke tempatnya, bahkan dengan partai besar. Pernah juga dikunjungi Menteri Transmigrasi Martono pada waktu itu yang juga memesan 5 set gamelan besi + kuningan dan 5 kotak wayang kulit yang akan disumbangkan ke pemukiman transmigrasi. Bapak 3 putra ini waktu itu sangat kewalahan melayani pembeli. Tetapi karena sering menstok gamelan dalam jumlah yang banyak, akhirnya pesanan berapapun tidak jadi masalah. Untuk mendukung usahanya, dia juga melayani pesanan busana kethoprak, reog, jatilan, seragam niyogo dll. Dengan demikian pria 55 tahun ini punya "canel" beberapa tempat sebagai mitra bisnisnya.

Masalah pemasaran, waktu itu nyaris tidak mengalami kendala. Pesanan terus saja mengalir. Dari Jakarta, Bandung, Cirebon dan dari instansi-instansi pemerintah. Turis asing juga banyak yang datang lewat pemandu wisata/tukang becak. Antara lain dari : Inggris, Jepang, Malaysia, Singapura dll. Ada yang beli secara bijian, ada yang 1 set. (pelog dan slendro). Menurutnya, gamelan yang paling laris adalah yang dari besi, disamping lebih murah, kualitas tetap bagus. Kalau yang perunggu dan kuningan dengan teknik ukir, dan harganya lebih mahal. 1 set gamelan terdiri dari 52 unit. Sedang fungsi gamelan yang utama yaitu sebagai pengiring/ilustrasi musik yang bersifat tradisional, disamping juga untuk instrumentalia.

Dirumahnya yang beralamatkan di Pelem Sewu Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta telp. (0274) 373264 masih banyak stok gamelan yang siap menunggu pembeli.

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:35.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.89 sec.
>> WebStats