|
| Siti Binangun - Aneka kerajinan Traso
| | Pundong, ternyata tidak hanya terkenal sentra kerajinan keramiknya saja. Ini terbukti makin berkembangnya usaha kerajinan berbasis traso. Salah satunya adalah perusahaan Siti Binangun yang berdiri tahun 1990, yang awalnya membuat produk keramik. Tetapi sejak tahun 1996 mulai memproduksi kerajinan traso.
 |
| H. Mujiyono | |  | | Showroom Siti Binangun |
|
“Awalnya kami memang bergerak di bidang kerajinan keramik, tetapi karena banyaknya persaingan, kami mencoba kerajinan traso. Ternyata pasar menyambut positif. Akhirnya kami sampai sekarang memproduksi kerajinan keramik dan traso.” ujar H. Mujiyono. Menurut pemilik sekaligus pendiri Siti Binangun ini, untuk masalah pengadaan bahan baku tidak menemui banyak kesulitan. Bahan baku traso adalah batu hitam, batu putih dan semen..
Sampai saat ini model dan disain kerajinan traso sebagian besar dari pengembangan ide Mujiyono. “ Kami juga menerima pesanan, yang model dan desainnya bisa dari pemesan sendiri. Jumlah minimal pesanan 10 pcs /set”, kata perajin yang juga sebagai Pak Dukuh dusun Tulung tersebut. Dalam menjalankan usahanya, pria 48 tahun ini dibantu oleh 25 pegawainya. Ada yang di bagian produksi, pembakaran dan finishing. Untuk proses pembakaran dia tidak menggunakan tungku biasa tetapi menggunakan tungku Elpiji. Menurutnya, tungku Elpiji selain panasnya stabil, suhunya bisa mencapai 1000 derajat celcius. Ini sesuai dengan proses terakota yang harus di bakar dalam suhu 1000 derajat celcius.
Produk yang di hasilkan antara lain aneka macam pot, aneka barang rumah tangga, wastafel, meja, kursi, dan sebagainya. Di rumahnya yang beralamat di Dusun Tulung, Srihardono, Pundong Bantul (telp.0274-756055) ini terdapat lebih dari 100 model dari ukuran yang kecil, sedang, sampai ukuran besar. Harga mulai dari Rp. 7.000 sampai Rp1 juta.
Untuk mengenalkan produk-produknya, Siti Binangun aktif melakukan pameran di Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bali. Omset perbulannya mencapai 3 kontainer dengan nilai nominal Rp 90 juta. Pembeli atau pemesannya berasal dari berbagai Negara antara lain Belanda, Belgia, dan Swedia. Untuk tahun-tahun mendatang Siti Biangun tetap optimis serta selalu siap meramaikan bursa kerajinan di Yogyakarta dan sekitarnya.
|