|
| Fajar Stone - Patung batu
| | Perajin yang berbahan baku batu di Bantul, belum banyak. Padahal kalau ditekuni, kerajinan ini sangat menjanjikan. Budi Mulyono pemilik Fajar Stone salah satu perajin itu mengaku ekonominya terangkat, setelah sukses di kerajinan batu. Memulai usaha di rumahnya, Lemah Dadi Bangunjiwo Kasihan Bantul DIY, Telp. 082 274 8299, pada tahun 1998. Jadi baru berjalan sekitar 5 tahun. Sebelum mendirikan Fajar Stone, pria 2 putra ini bekerja di tempat Pak Nyoman Muntilan Jawa Tengah yang juga perajin batu. Setelah mendapat bimbingan selama 7 tahun, Budi Mulyono dianggap sudah mampu, akhirnya disuruh mendirikan usaha sendiri..
Dikatakan oleh bungsu dari 5 bersaudara ini, modal awalnya dari nol. Maksudnya, gaji yang diperoleh dari kerja di Muntilan dibelikannya batu dan peralatan memahat. Disamping itu, dia juga mengkursus pemuda-pemuda setempat tentang kerajinan batu. Cara memasarkannya mula-mula menitipkan barang ke tempat Pak Nyoman, dan juga Art Shop-Art Shop di Jogja serta Bali. Ikut pameran 2x, dari situ produk Fajar Stone mulai dilirik dan dicari orang. Selang tidak lama kini sudah merambah ke Inggris, Australia dan Amerika. Bahkan di Jogja sekarang sudah punya agen dari Inggris yang siap menyalurkan produknya ke Inggris dan sekitarnya, dengan nama “World Wide Trading Enterprises”.
Kerajinan batu Fajar Stone menggunakan batu brexi warna putih keabu-abuan dari Prambanan Sleman. Proses pengerjaannya, batu yang masih berbentuk kubus, kemudian dimal, terus dipahat sampai detail dan terakhir penyelesaian/finishing. Menurut pemiliknya, untuk membuat patung butuh waktu 1 hari. Sekarang produk patungnya sudah ada + 30 motif/jenis. Disain bisa dari pemesan dan juga dari perajinnya. Hingga sekarang tenaga kerja yang direkrut ada 43 orang, ada yang tenaga harian dan borongan. Dengan upah rata-rata 1 hari Rp. 35.000,-. Kalau full time 1 minggu ada yang upahnya mencapai Rp. 600.000,-.
Selain patung, Fajar Stone juga membuat relief, ornamen dan juga barang-barang dari traso. Patung-patung yang dibuat sebagian besar dengan teknik pahat langsung. Sehingga harganya juga lebih mahal. Patung terkecil berharga Rp. 50.000,- ada yang Rp. 150.000,-; Rp. 250.000,- dan termahal Rp. 1.300.000,- berupa relief. Judul-judul patungnya sebagian besar berbahasa Inggris sesuai dengan permintaan pemesan, seperti “Half Moon”, “Upside Down Couple”, “Reflection art Length” dll. Ada juga batu yang berbentuk lampu taman dan vas/pot bunga dari bahan traso. Diakui oleh perajin yang hanya tamat SMP ini bahwa omzet per bulannya kini mencapai Rp. 75 – 100 juta. “Untuk bulan Januari 2004 besok ada pesanan 1.000 patung dari Inggris, Alhamdulillah pesanan terus saja mengalir,” paparnya bangga.
|