Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
20 Jul 2008
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Dadi kencana natural handicraft - Serabut Emas Dari Pohon Kelapa

Tas-tas yang dipakai kebanyakan orang umumnya terbuat dari bahan-bahan plastik, kulit, dan kain. Sekarang banyak orang yang menginginkan sesuatu atau produk bersifat alami tanpa banyak mengalami proses kimiawi, sehingga terkesan natural dan juga demi alasan kesehatan dan lingkungan yang bersih. Peluang ini dikembangkan sejak 1984 oleh Subantosi HS, SH seorang pegawai negeri di lingkungan Dinas Perindustrian Kabupaten Kulon Progo Propinsi Yogyakarta.


Bapak 3 putra ini menuturkan bahwa ide awalnya pembuatan tas tapas datang dari banyaknya kegunaan pohon kelapa yang belum digarap secara maksimal. Produk tas yang dikembangkan oleh Dadi Kencana Natural Handicraft bahan baku utamanya berasal tapas (serabut di sela-sela pelepah pohon kelapa) yang biasa digunakan untuk bahan bakar bagi penduduk desa. ditambah kombinasi dari agel untuk tali tas dan kancing dari glugu ( kayu pohon kelapa). Hampir sebagian besar bahan berasal dari bahan-bahan yang ramah lingkungan . Bahan baku ini diambil dari Purworejo, Banjarnegara, dan Malang.

Tas Tapas buatan Dadi Kencana Natural Handicraft telah banyak di ekspor ke Amerika, Kanada, Jerman. Italia, Belanda, Yunani, dan Iran. Untuk pasaran dalam negeri kebanyakan ke Bali sejak 1995 sampai sekarang. Dengan berbagai model, ukuran, dan pilihan warna polos ataupun berwarna menjadikan tas tapas menjadi fungsional dan menarik. Harga bervariasi mulai dari Rp 12.000– Rp 30.000 per produk. Sebagai kerajinan handmate, kerajinan tas tapas mempunyai peluang yang cukup besar untuk berkembang. Selain hampir tidak ada pesaing di daerah Yogyakarta, bahan baku melimpah, pesanan yang datang sekarang telah membuat kewalahan Subantosi. Sampai sekarang tas tapas dikerjakan di rumah yang berfungsi sebagi show room dan tempat produksi. Ada 13 tenaga kerja, dan yang disub-sub mencapai hampir 100 tenaga.
Sebagian besar model tas dibuat sendiri. Produk model box dipesan dari buyers.

Bantual modal pernah didapat dari Deperindag DIY berbentuk bantuan lunak untuk pengembangan usaha. Kendala yang dihadapi adalah untuk bagian pengeringan belum mempunyai alat untuk mengeringkan bila musim penghujan. Pemasaran tas tapas dibantu oleh trading-trading seperti Infinity Multi Kreasi dari Jogja, Arinda Sleman, Asa Perdana Bali, dan Ami Silver Yogyakarta. Omzet yang bisa dikerjakan per bulan rata-rata mencapai 5000 pieces dengan nilai omzet sekitar Rp 40 juta . Kerajinan tas tapas Dadi Kencana Natural Handicraft beberapa kali diekspos antara lain di media SKH Kedaulatan Rakyat dan RCTI. Sekarang telah mendapatkan ijin industri no : 475 / B / TDI / IX / 1999 . Terdapat banyak stock tas tapas bagi pembeli yang tertarik dan bisa langsung ke Dadi Kencana Natural Handicraft yang beralamatkan di Dusun Karang Poncosari Srandakan Bantul Yogyakarta.

• Last modified: 28 Jan 2005 17:23:36.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.06 sec.
>> WebStats