|
| Daliyo - Kerajinan Gamelan
| | Berbagai alat musik sekarang banyak terbuat dari elektronik yang tidak memakan banyak tempat dan praktis. Tetapi hal itu tidak menciutkan nyali Hadiprayitno (69) untuk membuat gamelan tradisional. Beliau tetap menekuni pekerjaanya sebagai perajin gamelan. Menurut pendiri sekaligus pemilik perusahaan gamelan “Daliyo” ini, awal mulanya sekitar tahun 1957 dia membeli besi rongsokan dari tempat bekerja di daerah Beran, Sleman. Kemudian besi tersebut dilebur dan dibuat menjadi gamelan. Pada waktu itu hasil buatannya masih tergolong kasar dan suara yang dihasilkan masih belum sempurna. Tetapi berkat kegigihannya bapak yang sudah mempunyai 4 anak tersebut bisa menghasilkan gamelan yang mutu dan kualitasnya sempurna baik dari segi kehalusan gamelan maupun suara yang dihasilkan. Dari tahun 1957-1963 bapak yang akrab disebut daliyo tersebut masih bekerja sendirian. Tetapi karena banyaknya pesanan yang diterima, bapak Daliyo mulai merekrut beberapa orang untuk membantu menyelesaikan pesanan gamelannya. Dan sampai saat ini mempunyai pegawai tetap sebanyak 13 orang. Hadiprayitno dibantu 2 anak dan pegawainya bisa menghasilkan 4 set gamelan tiap bulan. Dengan nilai nominalkan sekitar Rp 400 juta.
Produk perusahaan gamelan tersebut antara lain: gong, pelog-slendro, kempul, bonang dan sebagainya. Harganya cukup bervariasi tergantung dari bahan gamelannya. Untuk gamelan yang terbuat dari perunggu 1 setnya bisa mencapai Rp 100 juta, 1 set gamelan yang terbuat dari kuningan mencapai Rp 40 juta, gamelan yang terbuat dari campuran besi dan kuningan 1 setnya Rp 20 juta, dan 1 set gamelan terbuat dari besi harganya Rp 10 juta. Gamelan yang terbuat dari perunggu harganya lebih mahal karena bahan baku mahal dan suara yang dihasilkan lebih jernih. Urutan kualitas suara yang dihasilkan adalah gamelan yang terbuat dari perunggu kemudian kuningan selanjutnya gamelan terbuat dari campuran kuningan dan besi yang terakhir gamelan dari bahan besi. Perusahaan “Daliyo” tidak mengalami banyak masalah dalam pengadaan bahan baku karena langsung di pasok dari perusahaan logam yang berasal dari Surabaya.
Untuk 1 set gamelan pembelinya kebanyakan berasal dari grup-grup Campur Sari yang sekarang sudah banyak terdapat di wilayah Indonesia. Ada juga pembeli yang berasal dari Jepang, Jerman, Kanada, dan Malaysia. Biasanya mereka membeli tidak 1 set gamelan tetapi hanya 1 jenis gamelan misalnya gong pembuka.
Di showroom perusahan gamelan “Daliyo” yang beralamatkan di dusun Pelem Lor Rt:03 Rw:01, Baturetno, Bantul 55197 dan HP.08122966748 masih terdapat sekitar 6 set gamelan yang siap menunggu pembeli.
|