|
| Tri 333 Jaya - Alat Rumah Tangga Berbahan Logam
| | Biasanya perusahaan memberi embel-embel nomor 1 pada setiap produknya. Agar produknya laku dijual dan terkesan paling baik dari semua produk yang sejenis. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Mudiwiyono. Beliau dengan bangga menawarkan hasil produknya dengan nama Tri “333” Jaya. Dengan menggunakan nomor 333 bukan berarti mutu dan kualitas barang tersebut urutan ke 333. Hal ini terbukti dengan banyaknya permintaan pasar dari hari kehari kian meningkat.
Awal mula berdirinya Tri “333” Jaya ketika Mudiwiyono berkeinginan untuk berwiraswasta dan sudah merasa jenuh kerja ikut orang lain. Sekitar tahun 1976 dengan modal seadanya bapak yang punya hobi mancing ini membeli barang-barang rongsokan yang terbuat dari aluminium. Barang rongsokan tersebut kemudian dilebur dan dicetak menjadi ketel. Keahliannya didapat pada waktu Mudiwiyono bekerja di perusahaan logam. Kemudian ketel tersebut dijual di daerah Yoagyakarta, ternyata laku dijual dan peminatnya banyak. Mulai saat itulah Mudiwiyono mulai menekuni pekerjaannya sebagai perajin alat rumah tangga berbahan logam.
Produk yang dihasilkan Tri “333” Jaya antara lain: ketel, soblok, citel, wajan cor-coran, wajan logam, irus dan cetakan kue. Harga berkisar antara Rp 10.575 sampai Rp 55.000. Ciri khas hasil produk dari home industri yang beralamatkan di dusun Grojogan Rt:03 Rw:02, Wirokerten, Banguntapan, Bantul 55194 dengan nomor telepon:081328097434, 0274-7483408 adalah di setiap produknya terdapat nomor 333. “ Masalah pengadaan bahan baku yang berupa barang rongsokan terbuat dari aluminium dan batangan alumium biasanya dipasok dari Semarang dan Mrican, Yogyakarta.”ungkap pendiri sekaligus pemilik Tri “333” Jaya tersebut. Dengan dibantu tenaga kerja sebanyak 20 orang yang semuanya di bagian produksi. Tiap bulannya bisa menghasilkan kurang lebih 2200 alat rumah tangga berbahan logam dengan nilai nominal sekitar Rp 60 juta.
Biasanya produk dari Tri “333” Jaya tersebut langsung diambil pembeli yang berasal dari Bali, Wonosobo, Klaten, Wonosari, Temanggung, Jepara, Kalimantan dan Timor timur. Kemudian oleh mereka dijual lagi di daerahnya masing-masing. Sampai saat ini para pembeli merasa puas karena mutu dan kualitas barangnya terjamin.
|