Language :
.:: Bahasa Indonesia .::  English  
About Us Contact Us Guestbook
Investment Crafts Tourism BizDirectory BizNews
19 Dec 2014
Sentra Kerajinan
Perajin
Katalog Produk
 
 
Banyusumurup - keris

Pemakaman Raja-raja Mataram di Kecamatan Imogiri memang sudah menjadi trademark Kabupaten Bantul di dunia pariwisata. Namun, selain ke makam kuno yang berlokasi di perbukitan itu, wisatawan masih dapat menikmati obyek wisata budaya yang menyimpan sejarah panjang, lebih dari 300 tahun. Yakni dusun Banyusumurup, sekitar 2 kilometer dari makam. Bila dihitung dari kota Yogyakarta, jauhnya 20 kilometer ke arah selatan.


Proses pembuatan rangka

Di dusun ini, ada sekitar 200 perajin yang trampil membuat keris. Namun, perajin sebanyak itu, hanya ada satu orang yang mampu membuat keris pusaka, yakni keris yang dapat diisi mantera-mantera dengan fungsi untuk: keselamatan, kederajatan, kewibawaan bahkan ada yang diisi anti santet. Pengisian itu sesuai permintaan calon pemiliknya. Sedang perajin lainnya hanya membuat keris untuk kepentingan seni seperti menari, musik campursari, seragam pengantin atau sekedar hiasan.

Keris siap dipasarkan

Satu-satunya perajin keris bertuah itu adalah Jiwo Dihardjo, kini berusia 68 tahun. Oleh almarhum Sri Sultan HB IX, Mbah Jiwo kemudian diberi gelar Mpu Sarjono Supo, di tahun 1982, setelah menyelesaikan pembuatan kerangka keris bertabur berlian pesanan HB IX.

Sejarah panjang dimulai ketika 300 tahun lalu, saat di Majapahit terjadi peperangan. Salah seorang ahli keris, Tomorejo namanya, melarikan diri dari Pasuruan menuju Yogyakarta dan akhirnya menetap di Banyusumurup. Mpu Sarjono Supo adalah keturunan ke 5 dari Mpu Tomo.

Harga keris bertuah dan berkualitas tinggi karya Mpu Supo berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 12 juta per keris. Sedang perajin lain hanya Rp 25 ribu sampai Rp 250 ribu per bilah. Kenapa perajin lain tidak membuat keris bertuah? Di samping butuh modal besar, syaratnya juga teramat berat. Di antaranya: harus jalan kaki 2 hari 2 malam terus menerus tanpa henti, tidak tidur 2 hari 2 malam terus menerus, bertapa membisu 2 hari 2 malam terus menerus. Hasilnya? Luar biasa. Mpu Sarjono berpesan, bila sedang mengisi mantera, tidak boleh di foto. Kalau melanggar? Kru salah satu stasiun televisi pusat nekat mengambil gambar. Akibatnya seluruh kamera dan lampu meledak, kerugian ditaksir Rp 20 juta. Selamat datang di Banyusumurup

Last modified: 28 Jan 2005 17:23:37.
   

www.bantulbiz.com
Copyright © KPDE Pemkab Bantul - 2004
All Rights Reserved.
Page loaded in 0.99 sec.
>> WebStats