| |
  |
|
|
 |
|
|
| |
 |
|
|
| Potensi
tanaman pertanian di Kabupaten Bantul cukup berkembang baik. Namun,
selama ini, bisnis agro yang menyertainya masih dirasakan kurang
menguntungkan bagi petani. Hal ini disebabkan, tidak adanya prasarana,
akses dan informasi agribisnis yang memadai.
Menyadari kendala di atas, Bupati Bantul, Drs. HM. Idham Samawi
cepat mengolah kiat, dengan memanfaatkan tanah kas desa Argosari,
Sedayu, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.
Tanah bekas lahan pertanian di km.14 jalan kelas nasional Yogya
Wates yang memiliki saluran irigasi masih berfungsi baik itu, sudah
dirancang matang untuk Kawasan Pasar AGRO. Kawasan seluas 7 hektar
itu sekaligus akan menerapkan sistem kelembagaan yang komprehensif.
Yakni, sebagai kawasan agribisnis yang prospektif; tempat penelitian,
pengembangan dan penyebaran teknologi pembibitan, budidaya, penanganan
pasca panen serta pengolahan hasil-hasilnya. Selain itu, dari Kawasan
AGRO Argosari ini juga akan ada upaya penanganan teknologi pengolahan
serta pengemasan yang bernilai jual, sehingga akan memiliki daya
saing kuat untuk memasok pasar dalam maupun luar negeri.
Selain akan berfungsi sebagai unit bisnis komersial, pusat informasi
pengembangan agribisnis serta sarana edukatif melalui aktivitas
penelitian, budidaya dan pengolahan hasil-hasil pertanian; kawasan
ini akan dibuat 'hidup' sepanjang hari, yang berarti ada suasana
rekreatif yang diciptakan. Salah satu sarana yang akan memberikan
kenyamanan bagi pengunjung adalah Restoran Terapung.
Untuk melengkapi dan lebih mewujudkan kekhasan suasana Agro, akan
tersedia pula sarana memamerkan berbagai budidaya agro. Maka secara
alami disediakan lahan tanaman terbuka berupa kebun buah-buahan
dan sayur-sayuran serta tanaman lain yang berpotensi untuk menarik
wisatawan, khususnya yang memiliki nilai pendidikan.Sedang untuk
tanam-tanaman yang spesifik seperti anggrek, sayur dan buah tertentu
yang memerlukan pemeliharaan khusus akan ditempatkan dalam rumah
kaca (green house). |
 |
 |
 |
| Fasilitas
Restoran Air |
Gedung
Perkantoran Pasar AGRO |
Salah
Satu Sudut Los
Pasar AGRO |
|
| Di
kawasan AGRO Argosari ini pengunjung akan mendapatkan lingkungan
yang unik; yakni dapat beristirahat sambil makan minum di
atas gerbang yang juga difungsikan sebagai Restoran Layang.
Bentuk gerbang yang sudah dirancang ini sangat kuat untuk
menciptakan image kawasan dan sebagai Land Mark yang belum
ada duanya di sepanjang jalan menuju Yogyakarta.
Untuk menangani kawasan AGRO Sedayu ini, akan ditangani
oleh Kantor Pusat Pengelola dan Pengembangan Agribisnis
yang akan mengelola seluruh kegiatan di AGRO CENTER ini.
Maka, disediakanlah ruang-ruang yang menunjang kegiatan
Agribisnis, seperti: Pusat Informasi Agribisnis, Ruang Rapat,
Kantor Asosiasi dan lembaga keuangan/perbankan.
Ada juga di kawasan ini Show Room yang terletak pada Zona
Transisi. Selain digunakan untuk memamerkan hasil produksi,
Show Room juga dimaksudkan sebagai sarana untuk Promosi,
menghubungkan unit-unit komersial yang ada dengan masyarakat
luas.
Dengan menampilkan nuansa tradisional, Show Room ini dapat
pula digunakan untuk menampung aspek kultural dan wisata
yang memungkinkan dikembangkan; seperti misalnya Upacara
Tradisional Bhekti Pertiwi dsb.
Komplek AGRO Sedayu yang dirancang sebagai kawasan komersial,
ilmiah praktis dunia pertanian, serta pariwisata; pastilahakan
dikunjungi banyak kalangan yang berbeda kebutuhan. Dan kemungkinan
ada sejumlah orang yang akan menginap di sana.Maka pengelola
kawasan AGRO inipun menyediakan tempat istirahat; baik untuk
kru truk maupun tamu-tamu tertentu yang memerlukan sarana
yang layak.Untuk kru angkutan komersial disediaklan 15 kamar
dan untuk tamu tertentu tersedia 7 kamar guest house.
Sarana penunjang lainnya adalah pompa bensin, perparkiran
untuk 100 kendaraan roda empat, bengkel dan cuci mobil.
Sarana vital lainnya yang sudah dipersiapkan adalah los
warung makan, musholla dan KM/WC.
Sebagai pusat bisnis sayur dan buah, sampah tentu akan menjadi
masalah bila tak ditangani serius. Diperkirakan, volume
sampah per harinya mencapai 20 m3. Untuk mengatasinya, tersedia
2 los sampah, seluas 15 m2 tertutup atap seng dengan dinding
setinggi 1,2 m.
Sebagai pusat aktivitas agribisnis, para pedagang akan dikelompokkan
sesuai jenis yang dijual. Setiap los penjualan terdiri 10
20 unit penjualan. Tiap unit penjualan luasnya 3 x 4 m (12
m2).
Setelah dihitung secara proporsional, maka kebutuhan unit
penjualan adalah: Los sayuran (disiapkan 80 unit), los Buah
(48 unit), Los Hasil Kebun (34 unit) dan Los Tanaman Pangan
110 unit.
Selain usaha-usaha komersial di sektor pertanian, di kawasan
ini ada andalan lain yang juga akan menjadi daya tarik,
yaitu Pasar Grosir. Untuk aktivitas ini, pengelola menyediakan
areal 5000 m2, terdiri dari 2000 m2 untuk penjualan barang
grosir, 2000 m2 untuk Super Market Agro dan sisanya untuk
kantor dan gudang.
Inilah Kawasan AGRO Argosari yang akan menjadi salah satu
pilar penyangga perekonomian rakyat Kabupaten Bantul. *** |
|
|
|
|
| |
|
|
| |
|
|